Asep Surya Atmaja Dorong Desa Wisata untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

276
Asep Surya Atmaja menghadiri pagelaran seni di Destinasi Wisata Kawung Tilu. Foto : Pemkab Bekasi

RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendorong pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal untuk melestarikan seni budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu potensi tersebut terlihat di Desa Wisata Kampung Ciranggon, Kecamatan Cikarang Timur.

Hal itu disampaikan Asep saat menghadiri pagelaran seni budaya di Destinasi Wisata Kawung Tilu, Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional dan kearifan lokal masyarakat sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata daerah.

Asep mengatakan, Kabupaten Bekasi memiliki keberagaman suku dan budaya yang menjadi kekayaan daerah. Masyarakat Sunda di wilayah selatan dan Betawi di wilayah utara merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga di tengah perkembangan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada pembangunan destinasi, tetapi juga harus mempertahankan tradisi, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

“Walaupun Bekasi dikenal sebagai kota industri, tradisi dan budaya tidak boleh ditinggalkan. Budaya merupakan cerminan sekaligus landasan moral masyarakat yang harus kita pertahankan,” ujar Asep.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Kampung Ciranggon yang masih mempertahankan budaya gotong royong, aktivitas pertanian, serta suasana pedesaan yang asri.

Menurut Asep, kondisi lingkungan, akses jalan, kuliner lokal, dan keramahan masyarakat merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi warga.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan desa wisata di berbagai wilayah, terutama desa yang masih memiliki lingkungan alam dan kearifan lokal yang kuat.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya terpusat di Kampung Ciranggon, tetapi juga dapat diperluas ke desa-desa lainnya melalui perencanaan pembangunan dan penentuan skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Desa wisata harus kita rawat, kita pertahankan, dan terus kita perbaiki. Kalau dikembangkan, aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh. Masyarakat bisa berdagang, bertani, sekaligus mempertahankan budaya yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Mien Aminah, menjelaskan bahwa pagelaran seni budaya di Kampung Ciranggon merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Situ Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat.

Ia menyebutkan, Kampung Ciranggon menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan sekaligus desa pertama yang memiliki surat keputusan (SK) penetapan desa wisata di Kabupaten Bekasi.

Menurut Mien, kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan destinasi wisata desa, melestarikan kebudayaan daerah, meningkatkan daya tarik wisata, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, pagelaran seni budaya menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pelaku seni budaya dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Desa Wisata Kampung Ciranggon, Ijaz Alhadi, mengatakan pagelaran tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari tari-tarian hingga pencak silat.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya lokal sekaligus menjaga keberlangsungannya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Ia menjelaskan, sejak diresmikan sekitar empat tahun lalu, Desa Wisata Kampung Ciranggon terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, di antaranya destinasi Kampung Tilu dan Saung Tepian yang menawarkan wisata alam serta kuliner khas pedesaan.

Ijaz mengungkapkan, berdasarkan aktivitas transaksi para pedagang, Kampung Ciranggon diperkirakan dikunjungi sekitar 5.000 orang setiap pekan. Jumlah kunjungan tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal.

“Berdasarkan aktivitas transaksi para pedagang, Kampung Ciranggon setiap pekannya dikunjungi sekitar 5.000 orang. Tingginya kunjungan tersebut turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan Desa Wisata Kampung Ciranggon terletak pada keterlibatan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas pertanian sekaligus mengembangkan usaha perdagangan dan jasa wisata.

Hamparan persawahan, kehidupan petani, serta budaya gotong royong menjadi karakter utama yang terus dipertahankan di tengah pengembangan kawasan wisata.

“Melalui pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal, masyarakat sekitar diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus meninggalkan identitas budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun,” terangnya.

Melalui pengembangan desa wisata tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap potensi pariwisata lokal semakin dikenal luas, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan identitas budaya daerah. (adv)