RANNEWS.CO.ID, SERANG BARU– Kondisi SDN Sukasari 04 di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, memprihatinkan. Akses menuju sekolah masih memakai tanah milik warga.
Akibat akses utama yang sempit dan memakai tanah warga, warga terpaksa membobok seng pembatas untuk menambah akses dengan tujuan mengurai anak-anak agar tidak berdesakan saat masuk atau pulang sekolah. Hal itu dilakukan warga karena kasihan melihat anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah harus kesulitan melewati akses jalan.
Sekolah yang berdiri sejak tahun 1982 ini pun baru direhab satu kali dan itupun hanya rehab ruangan. Padahal usia bangunan sudah lebih dari 40 tahun.
Di samping butuh akses jalan permanen, ruangan kelas baru juga sangat dibutuhkan. Pasalnya hingga saat ini SDN Sukasari 04 hanya memiliki 6 ruang kelas ditambah 1 ruangan kantor.

Saat wartawan menyambangi sekolah tersebut, Plt Kepala Sekolah Evi tidak berada di tempat. Menurut salah satu guru, Ibu Evi sedang mengikuti kegiatan olahraga sepak bola antar siswa se-Kecamatan Serang Baru.
Ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Pranoto, mengatakan pihaknya sudah melihat kondisi ke lokasi dan menyarankan agar Kepala Sekolah membuat surat resmi ke Disdik Kabupaten Bekasi.
Dengan jumlah rombongan belajar yang terus bertambah, keterbatasan ruang kelas membuat kegiatan belajar mengajar tidak optimal,ungkap salah satu guru
Pihak sekolah dan warga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menjadikan SDN Sukasari 04 sebagai skala prioritas pembangunan tahun ini, baik untuk penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) maupun perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah. (Parlin)



