RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Peran guru bersinergi dengan orang tua murid merupakan satu kesatuan dalam mencetak generasi cerdas dan berakhlak baik. Penguatan karakter di lingkungan pendidikan harus dilakukan secara konsisten.
Hal itu ditegaskan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Serang Baru, Agus Aripin Suhanda, S.Pd.,M.Pd.,saat ditemui di sekolahnya.
Menurut Agus Aripin, tujuan penguatan pendidikan karakter bangsa dan berakhlak mulia adalah untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan menjunjung tinggi toleransi sesama anak bangsa.
“Penguatan karakter di sekolah memiliki peran vital di tengah tantangan zaman. Untuk mencegah degradasi moral, tawuran, narkoba, dan bullying di sekolah. Kita ingin membangun SDM Indonesia Emas 2045 yang berakhlak mulia dan membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi dan budaya asing,” ujar Agus Aripin.
Ia menekankan, guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam proses pembentukan karakter. Sikap, ucapan, dan tindakan guru menjadi contoh nyata yang ditiru siswa.
“Guru tidak hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral melalui pembiasaan dan bimbingan sehari-hari,” katanya.
Agus Aripin menjelaskan, penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas di lingkungan sekolah.
“Mulai dari kegiatan rutin, kegiatan keagamaan, ekstrakurikuler, kokurikuler, maupun saat melakukan upacara. Semua itu dapat mengembangkan sikap tanggung jawab dan kepedulian siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter di lingkungan sekolah yang konsisten memberikan contoh positif, akan memperkuat pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antara guru dan orang tua serta penguatan karakter yang konsisten, diharapkan SMPN 1 Serang Baru mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, dan mulia secara akhlak. (Parlin)



