RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Puluhan warga Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mendatangi SMP Negeri 7 Cibitung di Perumahan LBS 2 untuk menyampaikan aspirasi terkait terbatasnya daya tampung sekolah negeri pada pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (SPMB). Mereka meminta adanya penambahan rombongan belajar (rombel) atau ruang kelas agar lebih banyak calon peserta didik dapat diterima.
Aksi berlangsung secara damai dan diikuti para orang tua siswa yang menginginkan anak-anak mereka memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri yang berada dekat dengan tempat tinggal.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, warga didampingi Koordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sutarno, BPD Desa Muktiwari terpilih Anen Cerdik Parwoto (ACP), serta perangkat Desa Muktiwari.
Pihak SMP Negeri 7 Cibitung menjelaskan bahwa sekolah tidak melakukan penolakan terhadap calon peserta didik secara sepihak. Seluruh kuota penerimaan telah terpenuhi sesuai ketentuan yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.
Meski demikian, pihak sekolah menyatakan siap menerima tambahan peserta didik apabila terdapat kebijakan resmi dari Dinas Pendidikan terkait penambahan rombongan belajar maupun ruang kelas baru.
Koordinator LAMI, Sutarno, mengatakan pihaknya hadir untuk mengawal aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian pemerintah.
“Kami mendampingi masyarakat agar aspirasi mereka didengar. Orang tua hanya menginginkan anak-anak mereka bisa bersekolah di sekolah negeri yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan menambah rombongan belajar apabila memang memungkinkan,” ujar Sutarno.
Senada dengan itu, BPD Desa Muktiwari terpilih, Anen Cerdik Parwoto (ACP), menilai persoalan daya tampung sekolah harus menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan.
“Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena kuota sudah penuh. Pemerintah daerah perlu mengevaluasi kebutuhan ruang belajar sesuai pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah Muktiwari dan sekitarnya. Penambahan rombel menjadi salah satu solusi yang perlu dipertimbangkan agar seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang setara,” kata ACP.
Menurut ACP, meningkatnya jumlah lulusan sekolah dasar setiap tahun perlu diimbangi dengan penambahan kapasitas sekolah negeri agar persoalan serupa tidak terus berulang pada setiap penerimaan murid baru.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan (Kasipem) Desa Muktiwari yang turut mendampingi warga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera melakukan evaluasi terhadap kebutuhan riil di lapangan.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat melihat kebutuhan masyarakat. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) maupun penambahan ruang kelas akan menjadi solusi agar anak-anak tidak harus bersekolah jauh dari tempat tinggal. Kami juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki KTP berdomisili di Desa Muktiwari agar segera mengurus administrasi kependudukannya sehingga ke depan lebih mudah memperoleh layanan pendidikan,” ujarnya.
Warga berharap aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi sehingga seluruh calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri tanpa terkendala keterbatasan daya tampung.



