Perkuat Swasembada Pangan, IKA BEM Nusantara Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Kemenko Pangan RI

1

RANNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Ikatan Alumni (IKA) BEM Nusantara menggelar audiensi strategis dengan Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si, pada siang hari ini di Jakarta. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan sinergi taktis dalam mengawal program prioritas swasembada dan ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mengaktivasi ribuan jejaring mantan aktivis mahasiswa di seluruh penjuru tanah air untuk menjadi motor penggerak ketahanan pangan berbasis komunitas dan daerah.

“Visi besar ketahanan pangan nasional tidak akan optimal tanpa adanya jembatan taktis ke tingkat akar rumput,” ujar Tomy Suswanto dalam keterangannya. “Alumni BEM Nusantara memiliki keunggulan berupa sumber daya manusia yang tersebar luas, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Kami siap berkolaborasi menghadirkan solusi konkret, baik melalui pemanfaatan teknologi rantai pasok digital maupun inkubasi bisnis agribisnis pemuda di daerah,” tambahnya.

Menanggapi gagasan tersebut, Staf Ahli Menko Pangan Dr. Prayudi Syamsuri menyambut baik komitmen dan inisiatif progresif dari IKA BEM Nusantara. Ia menekankan bahwa tantangan pangan masa depan, seperti perubahan iklim global dan efisiensi rantai distribusi, membutuhkan keterlibatan aktif elemen kepemudaan secara inklusif.

“Kementerian Koordinator Bidang Pangan sangat terbuka terhadap keterlibatan generasi muda produktif,” jelas Dr. Prayudi. “Perencanaan tata kelola konektivitas logistik yang efisien, mitigasi alih fungsi lahan sawah, hingga pemanfaatan riset pasca-panen memerlukan kolaborasi multipihak (pentahelix). Peran IKA BEM Nusantara sangat strategis sebagai pengawal kebijakan sekaligus pelaku penguatan ekonomi kerakyatan berbasis pangan,” ungkapnya.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan awal yang akan ditindaklanjuti secara konkret, di antaranya:

• Digitalisasi Logistik Pangan: Pengolahan sistem informasi berbasis data daerah asal alumni untuk memetakan wilayah surplus dan defisit pangan secara cepat.

• Gerakan Petani Milenial: Program inkubasi kewirausahaan agroniaga bagi para alumni di daerah untuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan peternakan.

• Satelit Advokasi Desa: Pengawalan bersama terhadap pemanfaatan 20% anggaran Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan secara akuntabel.

Langkah ini juga selaras dengan agenda besar IKA BEM Nusantara yang tengah mematangkan konsolidasi organisasi menjelang agenda Pelantikan Nasional yang dijadwalkan pada Kamis, 18 Juni 2026 di Auditorium Graha Inti Fauzi, Jakarta. Sinergi bersama Kemenko Pangan ini diharapkan melahirkan pilot project Desa Mandiri Pangan yang dipelopori langsung oleh para alumni dalam waktu dekat.