Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Pastikan Stok Obat Aman, Pelayanan Kesehatan Tetap Terjaga

141

RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi memastikan ketersediaan obat di seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik di gudang UPTD Farmasi maupun puskesmas, dalam kondisi aman. Kepastian ini didukung oleh perencanaan pengadaan yang matang serta peningkatan anggaran signifikan pada tahun 2026, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, menegaskan bahwa jaminan ketersediaan obat merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan kesehatan dasar. Ia menyampaikan, perencanaan kebutuhan obat telah dilakukan secara sistematis melalui mekanisme Rencana Kebutuhan Obat (RKO) sejak tahun sebelumnya.

“Saat ini stok obat di puskesmas mencukupi. Perencanaan kebutuhan obat untuk tahun 2026 sudah dilakukan sejak 2025 melalui RKO, dengan data yang dihimpun dari seluruh puskesmas dan disesuaikan dengan pagu anggaran agar tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis data tersebut menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi kekurangan maupun kelebihan stok. Dengan sistem perencanaan yang terukur, distribusi obat ke seluruh fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Selain perencanaan, peningkatan anggaran yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan obat. Dinas Kesehatan optimistis, dukungan anggaran ini mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal sepanjang tahun.

Sementara itu, Kepala UPTD Gudang Farmasi Kabupaten Bekasi, Atik Ardianto, mengungkapkan bahwa hingga triwulan pertama 2026, sekitar 80 persen kebutuhan obat telah tersedia di gudang dan siap didistribusikan.

“Untuk tiga bulan pertama ini kondisi stok aman. Sekitar 80 persen kebutuhan obat sudah tersedia di gudang, sehingga siap didistribusikan ke puskesmas dan UPTD kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kebutuhan obat tidak terlepas dari pertumbuhan jumlah penduduk serta bertambahnya fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi. Saat ini, lebih dari 50 puskesmas telah dilayani, sehingga kebutuhan obat esensial terus meningkat setiap tahun.

“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan penduduk tinggi, kebutuhan obat terus meningkat, terutama untuk layanan kesehatan dasar. Ini menjadi perhatian utama dalam perencanaan distribusi,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, UPTD Farmasi melayani distribusi obat ke berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, UPTD kesehatan, hingga layanan khusus seperti PSC dan poliklinik milik pemerintah daerah. Distribusi dilakukan secara rutin dan terjadwal, serta menyesuaikan permintaan dari masing-masing fasilitas.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat kendala teknis, khususnya terkait keterbatasan sarana dan prasarana gudang farmasi. Akses masuk yang sempit serta kapasitas parkir yang terbatas menjadi tantangan dalam proses distribusi.

Namun, kendala tersebut dinilai tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan obat secara keseluruhan. Dengan dukungan anggaran yang lebih besar pada tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi tetap optimistis pemenuhan kebutuhan obat dapat terus ditingkatkan.

“Dengan dukungan anggaran yang lebih baik, kebutuhan obat di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya diharapkan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang tahun,” pungkasnya.