LSM KCBI Soroti Proyek di Komplek Wibawa Mukti, Nama Paket Diduga Tak Sesuai Pekerjaan

32

RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Kontrol Bersama Indonesia (KCBI) menyoroti pelaksanaan proyek di Komplek Gedung Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi. Proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan nama paket pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pengadaan.

Koordinator Nasional LSM KCBI, Luhut Sinaga, mengatakan berdasarkan dokumen yang dimiliki pihaknya, paket pekerjaan tersebut tercatat sebagai pemeliharaan atau perbaikan kansteen dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp197.730.000. Setelah proses negosiasi, nilai kontrak tercatat sebesar Rp197.431.282 dengan pelaksana kegiatan CV Kaka Wijaya.

Namun, menurut Luhut, pekerjaan yang terlihat di lapangan justru berupa pembongkaran dan pemasangan keramik di area Komplek Gedung Wibawa Mukti.

“Yang kami lihat saat ini adalah pekerjaan pemasangan keramik. Sementara berdasarkan dokumen yang kami miliki, nama paket pekerjaannya adalah pemeliharaan atau perbaikan kansteen,” ujar Luhut kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa kansteen merupakan produk beton pracetak yang umumnya digunakan sebagai pembatas atau pengunci struktur pada trotoar, area parkir, maupun pemasangan paving block agar tidak bergeser.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian antara dokumen pekerjaan dengan realisasi di lapangan. Terlebih, terdapat pembongkaran keramik yang dinilai masih layak digunakan untuk kemudian diganti dengan material baru.

“Pertanyaan kami, apakah pekerjaan yang sedang dilaksanakan memang sesuai dengan paket yang tercantum dalam dokumen, atau ada perubahan pekerjaan yang belum diketahui publik?” katanya.

LSM KCBI berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan proyek tersebut guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan perbedaan antara nama paket pekerjaan dan realisasi pekerjaan di lapangan. (Parlin)