RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI– Penggunaan anggaran perawatan SD Negeri 05 Sukasari dipertanyakan sejumlah wali murid setelah kondisi fisik bangunan sekolah terlihat memprihatinkan. Pantauan di lokasi, Selasa (3/6), bagian plafon dan lis kayu di teras depan ruang kelas tampak lapuk, berlubang, dan berpotensi membahayakan siswa.
Foto yang beredar menunjukkan kerusakan pada bagian overstek atap. Cat dinding kuning-hijau masih terlihat, namun beberapa plafon gypsum sudah menghitam dan kayu lis teras lapuk termakan usia.
Setiap tahun kan ada dana BOS untuk perawatan. Tapi lihat ini, plafon sudah bolong sejak beberapa bulan lalu belum diperbaiki. Kami minta transparansi,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.
Kekhawatiran juga muncul soal keselamatan. “Kalau hujan angin, takut bagian yang lapuk itu jatuh. Anak-anak sering main di teras saat istirahat,” tambah wali murid lain. mengonfirmasi ke pihak sekolah beberapa kali namun menurut petugas piket, Kepala Sekolah SD Negeri 05 Sukasari kabupaten Bekasi sedang tidak berada di tempat karena banyak kegiatan di luar, ungkap nya
“Kami sudah tinggalkan pesan. Sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban dari Kepsek terkait realisasi anggaran perawatan dan jadwal perbaikan,” ujar wartawan.
Wali murid berharap Dinas Pendidikan Kabupaten segera turun mengecek kondisi SD Negeri 05 Sukasari. “Kalau memang dana kurang, sampaikan. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” kata salah satu tokoh masyarakat Sukasari.
Berdasarkan Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022, dana BOS boleh digunakan untuk pemeliharaan sarana prasarana sekolah maksimal 20% dari total BOS. Sekolahh wajib melaporkan realisasi melalui aplikasi BOS Kemdikbud.
Parlin



