Mudik Lebih Tenang, Ini Langkah Antisipasi Kebakaran dari Damkar Kabupaten Bekasi

335

RANNEWS.CO.ID, CIKARANG BARAT – Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjelang Hari Raya Idulfitri, khususnya saat rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong karena mudik. Upaya pencegahan dinilai krusial agar hunian tetap aman selama ditinggal dalam waktu lama.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, menegaskan pentingnya kesiapan masyarakat sebelum berangkat ke kampung halaman. Ia mengingatkan bahwa hal-hal sederhana yang sering diabaikan justru berpotensi memicu kebakaran.

“Tidak terasa Lebaran sebentar lagi. Kami ingin menghimbau kepada seluruh warga Kabupaten Bekasi agar pada saat mudik, rumah tetap aman dan terhindar dari bahaya kebakaran,” ujarnya.

Salah satu langkah utama yang perlu diperhatikan adalah memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi aman dengan mencabut steker dari sumber listrik. Tindakan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko korsleting yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Yang pertama, cabut semua steker aset seperti TV, kulkas, dispenser, dan lain-lain dari colokan listrik untuk menghindari terjadinya korsleting,” katanya.

Selain listrik, aspek dapur juga menjadi perhatian penting. Warga diminta untuk mengecek kembali kondisi kompor sebelum meninggalkan rumah guna memastikan tidak ada potensi api maupun kebocoran gas.

“Yang kedua, periksa kembali kompor gas atau minyak apakah sudah padam,” tambahnya.

Sebagai langkah tambahan, pelepasan regulator dari tabung gas juga dianjurkan untuk meningkatkan keamanan selama rumah kosong.

“Yang ketiga, agar lebih aman, lepaskan regulator dari tabung gas,” jelasnya.

Di sisi lain, Adeng juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan instalasi air di rumah. Keran yang tidak tertutup rapat serta bak penampungan yang penuh berpotensi menimbulkan masalah lain seperti kebocoran atau genangan.

“Selanjutnya, matikan semua keran air dan kosongkan bak penampungan air,” tuturnya.

Tidak hanya terkait kondisi fisik rumah, koordinasi dengan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan. Warga dianjurkan untuk melaporkan rencana mudik kepada pengurus setempat serta meninggalkan kontak yang bisa dihubungi saat keadaan darurat.

“Laporkan perjalanan mudik Anda kepada pengurus RT/RW atau pihak keamanan setempat, serta tinggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi,” katanya.

Apabila terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, masyarakat diminta segera menghubungi atau mendatangi pos pemadam kebakaran terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Jika terjadi kebakaran atau kondisi darurat, segera hubungi atau datang langsung ke pos pemadam kebakaran terdekat,” ujarnya.

Adeng menekankan bahwa langkah-langkah pencegahan sebelum mudik menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan rumah. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang.

“Rumah aman, perjalanan mudik nyaman,” pungkasnya.