IKM Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir Bandang Sumatera

322
Ketua DPD IKM Kabupaten Bekasi, dr. Desmon Roza, Sp.OG (dua dari kanan), bersama jajaran menyerahkan bantuan kepada korban banjir bandang di sumatera.

RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada korban bencana banjir bandang di wilayah sumatera, DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Bekasi secara bertahap telah menyalurkan bantuan di Kabupaten Solok, Padang Pariaman, Agam Pesisir Selatan, dan Aceh Tamiang.

Kepada awak media, Ketua DPD IKM Kabupaten Bekasi, dr. Desmon Roza, Sp.OG, mengatakan pemberian bantuan ini didasari rasa kemanusiaan dan IKM ikut merasakan penderitaan para korban musibah banjir bandang di wilayah sumatera.

“Kegiatan penyaluran bantuan ini sudah kita laksanakan kurang lebih selama sepuluh hari, di lebih 20 titik lokasi musibah banjir bandang, berupa bantuan makanan, sembako dan obat-obatan,” ungkapnya.

Pasca musibah banjir ini, pihaknya juga mengadakan pengobatan gratis di daerah terdampak dan dokter online yang berada di tiga titik, dimana para korban musibah banjir bandang bisa berkonsultasi dengan dokter dan diberikan obat-obatan.

“Kami berharap supaya musibah banjir bandang di beberapa wilayah di sumatera ini bisa cepat teratasi ya. Dan kerugian material, jasmani maupun rohani bisa tertanggulangi, dengan kebersamaan dari seluruh stakeholder, pemerintah, LSM dan swadaya masyarakat,” jelasnya.

dr. Desmon mengatakan jika pengurus IKM Kabupaten Bekasi sejak tiga hari setelah bencana sudah terjun ke lokasi bencana, untuk meringankan beban para korban dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan para korban banjir bandang.

“Kami kedepannya akan banyak memberikan bantuan pengobatan, karena setelah 14 hari musibah banjir ini, korban banjir akan banyak terserang penyakit, karena WC tidak ada, air bersih tidak ada, makanan kurang, cuaca dingin, dan daya tahan tubuh yang menurun,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya pun berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah yang terkena dampak bencana, untuk saling asuh dan asah, tidak menonjolkan ego, yang terpenting adalah adanya kebersamaan dari seluruh stakeholder dan swadaya masyarakat. (zal)