RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Jajaran pengurus DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Bekasi, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga masyarakat sekitar, dengan menyalurkan bantuan berupa sembako dapur santri dan bibit pohon pinang kepada pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Nuu Waar AFKN Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Senin (18/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi, H. Marjaya Sargan, S.Sos juga secara simbolis menyerahkan bantuan buku-buku kepada para santri dan menanam bibit pohon pinang di sekitar halaman Ponpes.
H.Marjaya mengatakan, Partai NasDem berupaya membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan masyarakat. Dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke-75 tahun dan HUT RI ke-80 tahun, DPD Partai NasDem mempunyai dua kegiatan, sebelumnya dilaksanakan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Insyaallah kegiatan sosial di Ponpes Nuu Waar AFKN Desa Ciledug ini akan berkelanjutan dan berkesinambungan, untuk bersilaturahmi dengan para santri Ponpes. Kegiatan ini menjadi pengalaman bagi para pengurus,” ungkapnya saat memberikan kata sambutan.
Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Amanat Perubahan DPRD Kabupaten Bekasi ini mengatakan, berdasarkan data arsip dan perpustakaan daerah, minat membaca masyarakat di Kabupaten Bekasi masih rendah, dibawah sepuluh persen.

“Partai NasDem ingin hadir di tengah masyarakat dan merenungkan betapa pentingnya budaya membaca. Membaca bukan hanya untuk mengisi waktu luang, tetapi harus menjadi kebiasaan untuk menambah pengetahuan dan mengakses seluruh informasi,” tambahnya.
“Dengan membaca akan menambah pengetahuan. Kami memberikan kurang lebih 150 judul buku untuk para santri, sebagai bekal adik-adik untuk kedepannya. Keluarga besar Partai NasDem pun siap untuk terus bekerjasama kedepannya,” paparnya.

Sementara itu, perwakilan Ponpes Nuu Waar AFKN, berterimakasih kepada jajaran DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi yang telah memberikan berbagai bantuan, mulai dari bantuan buku, sembako dapur santri, hingga bibit pohon pinang untuk ditanam di lingkungan Ponpes.
“Kami berharap kedepannya hubungan silaturahmi ini terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya menceritakan jika Ponpes Nuu Waar AFKN Desa Ciledug ini dibangun sejak tahun 2008 oleh Ustadz Fadhlan Garamatan, khususnya bagi para santri dari wilayah Indonesia timur, seperti dari Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Para santri yang belajar di Ponpes gratis. Ponpes tersebut merupakan Ponpes Tanfidz Quran 30 juz. Ustadz Fadhlan Garamatan sangat aktif di bidang sosial dakwah, dan beberapa waktu yang lalu melepas 40 mahasiswa yang dilaksanakan di Masjid Ponpes.
“Berbeda cara mendidik anak papua dengan mendidik anak sunda atau jawa. Mereka belajar di Ponpes sini itu adalah hijrah. Untuk ustad di Ponpes ini dari Jawa dan Sunda supaya tidak satu ras dengan santrinya,” tandasnya. (zal)



