
RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bersama jajaran Pemerintahan Desa (Pemdes) Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, melakukan pembersihan sampah di Sungai Sekunder (SS) Sukatani atau yang familier disebut Kalen Angkring, Senin (27/5/2024).
Pengawas Sungai UPTD IV, Hadi Suhardi, mengaku prihatin dengan bertumpuknya sampah di Kalen Angkring karena air sungai tersebut digunakan untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) masyarakat sekitar.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke bantaran sungai. Dan berharap para Ketua RT dan RW untuk lebih intens lagi dalam mengelola sampah yang ada di masyarakat,” ungkapnya kepada para awak media.
Dia menjelaskan, UPTD IV DLH Kabupaten Bekasi setiap hari melakukan monitoring dan memantau sampah yang ada di sungai untuk dinaikan keatas. Sementara untuk pengangkutan ke TPA Burangkeng dilakukan setiap seminggu sekali.
“Setelah saya pelajari, sampah ini murni dari pedagang ya, dan warga masyarakat sekitar bantaran sungai yang belum terkoordinir oleh desa setempat. Informasi dari PJT volume sampah yang diangkut kurang lebih 10 ton,” terangnya.
Diakui Hadi, pihaknya sering mendapatkan keluhan dari warga masyarakat terkait penumpukan sampah di kali tersebut. Dalam kegiatan pembersihan Kalen Angkring ini, pihaknya menerjunkan sepuluh personil dengan dua unit mobil.
“Kami terus berkoordinasi dengan lingkungan setempat dan melakukan edukasi kepada masyarakat, agar kedepannya tidak terjadi lagi penumpukan sampah di bantaran sungai tersebut,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Karangraharja, Suhendra mengatakan, pihaknya sudah mempunyai jadwal pengangkutan sampah di bantaran kali di Desa Karangraharja bersama dengan pihak DLH Kabupaten Bekasi dan PJT.
“Kalau saya perhatikan sampah-sampah ini kebanyakan berasal dari arah Desa Waluya. Dan yang kedua sampah pedagang ya. Saya bahkan pernah menegur pedagang yang mau ke arah cikarang, membuang sampah langsung ke bantaran kali dan saya minta untuk diambil lagi sampahnya,” ungkapnya.
Pemdes Karangraharja bersama DLH dan PJT, lanjutnya, setiap bulan rutin melakukan pengangkutan sampah di wilayah Desa Karangraharja. Namun diakuinya sejak lebaran pihaknya belum melakukan pengangkutan sampah di bantaran kali.
“Dalam kegiatan ini kami mengerahkan 50 personil yang ditempatkan di dua titik. Panjang bantaran kali yang dibersihkan hampir setengah kilometer. Dan kemungkinan sisanya jumat depan ya, jadi dilakukan secara bertahap ya,” tandasnya. (zal)


