RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi memerlukan anggaran investasi tambahan dari Pemerintah Pusat hingga Daerah Guna membangun infrastruktur berupa5 Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan perpipaan untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat.
Pembangunan Infrastruktur IPA dilaksanakan guna memenuhi air bersih bagi masyarakat Bekasi. Oleh sebab itu masih diperlukan dua pembangunan IPA masing-masing kapasitas 200 liter perdetik di Kabupaten Bekasi yang sedang dikerjakan saat ini.
Adapun dasar hukum kerja sama sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 tahun 2015 tentang ‘Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 38 tahun 2018 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur’.
Sebagai petunjuk teknis lapangan atas PP dan Perpres tersebut, Kementeri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengeluarkan peraturan nomor 19/PRT/M/2016 tentang ‘Pemberian Dukungan oleh Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerah dalam kerja sama penyelanggaraan SPAM’.
Sesuai perencanaan bisnis PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi tahun 2023-2027, untuk memenuhi cakupan air bersih sekitar 5 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bekasi hingga 70 persen pada tahun 2027, setidaknya dibutuhkan investasi atau dana Rp 5 triliun.
Sedianya dana itu disediakan pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Namun sebagaimana diketahui, kemampuan keuangan pemerintah sangat terbatas, terlebih Pemerintah Daerah sebagai pemilik PDAM, sementara permintaan air bersih dari masyarakat sangat tinggi. Jadi kerja sama saling menguntungkan harus tetap dilakukan.
Dikatakan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim, melalui kerjasama tersebut, pihaknya membeli air curah dari badan usaha tersebut dengan sistem bangun serah terima (BOT).
“Dan kini sudah mampu meningkatkan kapasitas produksi sekitar 1.850 liter per detik, ditambah produksi PDAM sendiri saat ini 3.085 liter per detik. Inilah yang dilakukan hingga kini, sehingga pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi sudah mencapai 350.000 sambungan langganan (SL),” Ungkap Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim
Terang dia, tahun anggaran 2023, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi sudah mengajukan penyertaan modal (PM) untuk dialokasikan dalam APBD Pemkab Bekasi Rp 244 miliar.
“Semoga saja dapat direalisasikan, kendati pengalaman lima tahun terakhir tidak ada PM, namun pelayanan air bersih kepada masyarakat terus dilakukan dan ditingkatkan,” tandasnya. (adv)



