RANNEWS.CO.ID, BANDUNG –Setelah dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif sisa masa jabatan 2025-2030, dr. Asep Surya Atmaja langsung tancap gas. Dua program prioritas ia canangkan: kesehatan gratis bagi seluruh warga dan pembangunan infrastruktur dasar.
Asep menegaskan, tidak boleh ada lagi warga Kabupaten Bekasi yang kesulitan berobat karena terbentur biaya. Targetnya, mulai 2027 semua warga ter-cover BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Ke depan, kemungkinan mulai 2027, saya ingin tidak ada lagi pasien yang harus membayar. Saya ingin semuanya ter-cover oleh BPJS atau KIS,” tegas Asep usai pelantikan di Gedung Sate Bandung, Jumat (23/10/2026).
Untuk mewujudkan itu, Pemkab Bekasi akan mengejar status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas pada bulan depan. Status ini menjadi kunci agar warga bisa langsung dilayani di puskesmas maupun klinik terdekat hanya dengan KTP.
“Insyaallah bulan depan kita akan menjadi UHC Prioritas. Kemarin kita belum berstatus prioritas, sekarang saya akan berupaya agar bulan depan bisa menjadi prioritas,” ujarnya.
Dokter yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati ini juga akan melanjutkan visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera yang dirintis Ade Kuswara Kunang.
Di sisi lain, Asep menyinggung soal penataan wilayah dan penertiban bangunan liar (bangli) yang menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Bekasi. Ia menekankan, bupati harus berani, namun tetap humanis.
“Bupati harus berani, tetapi harus persuasif dulu. Saya tidak ingin ketika bangunan digusur, masyarakat justru menjadi tunawisma. Ketika hujan kehujanan, ketika lapar kelaparan. Itu juga menjadi beban pemerintah,” katanya.
Menurutnya, setiap penertiban wajib didahului negosiasi dan komunikasi dengan masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan sosial baru.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron mendukung penuh langkah Asep. Ia menilai arahan Gubernur Jabar soal fokus infrastruktur dasar, sekolah, dan puskesmas harus menjadi catatan prioritas.
“Masukan-masukan tadi menjadi refleksi. Perencanaan menjadi penting, dan fokus pembangunan perlu dikonsolidasikan,” kata Ade Sukron.
(Parlin)



