RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) melalui Divisi UMKM melakukan pendampingan terhadap 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih dari sejumlah pelaku usaha yang ada di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai upaya mendorong UMKM agar memiliki legalitas usaha sekaligus memperkuat identitas dan branding produk sehingga mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Program pendampingan diawali dengan observasi dan pendataan UMKM yang dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN di sejumlah wilayah Desa Sukaraya. Dari hasil observasi, mahasiswa menemukan sejumlah pelaku usaha yang masih belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Selain persoalan legalitas, sebagian pelaku UMKM juga masih menghadapi kendala dalam membangun identitas usaha. Beberapa di antaranya belum memiliki logo, desain kemasan, banner, stiker, maupun media promosi yang dapat memperkuat karakter dan daya tarik produk.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Divisi UMKM KKN UPB untuk menyusun program pendampingan yang tidak hanya berfokus pada legalitas usaha, tetapi juga pada pengembangan branding UMKM.
Dalam kegiatan sosialisasi, Dosen Universitas Pelita Bangsa, Zulfa, menekankan pentingnya legalitas dan identitas usaha bagi pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara lebih terarah.
“UMKM tidak hanya membutuhkan produk yang bagus, tetapi juga perlu memiliki legalitas dan identitas usaha yang jelas. Dengan adanya NIB dan branding yang baik, pelaku usaha akan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya,” ujar Zulfa.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan KKN, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UPB, Erin Soleha, mengatakan pendampingan UMKM merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang ditemukan melalui proses observasi di lapangan.
“Kami ingin kegiatan KKN ini tidak hanya menjadi program yang selesai ketika mahasiswa kembali ke kampus. Apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa diharapkan bisa memberikan manfaat yang nyata dan dapat dilanjutkan oleh para pelaku UMKM setelah program KKN berakhir,” kata Erin Soleha.
Setelah melakukan identifikasi permasalahan, mahasiswa kemudian memberikan pendampingan pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pendampingan dilakukan secara langsung agar pelaku usaha memahami proses legalisasi usahanya dan memiliki identitas usaha resmi.
Selain legalitas, mahasiswa juga membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan tampilan dan identitas usaha melalui pembuatan desain banner dan stiker yang disesuaikan dengan karakter masing-masing produk.
Desain tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap pelaku usaha, mulai dari informasi produk, nama usaha, hingga elemen visual yang dapat membantu konsumen mengenali produk dengan lebih mudah.
Setelah proses pembuatan NIB dan desain branding selesai, mahasiswa KKN turut melakukan pemasangan banner secara langsung di lokasi usaha.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat keberadaan UMKM Desa Sukaraya semakin mudah dikenali masyarakat sekaligus memberikan tampilan usaha yang lebih informatif dan profesional.
Melalui pendampingan terhadap 15 UMKM terpilih tersebut, Divisi UMKM KKN Universitas Pelita Bangsa berharap pelaku usaha di Desa Sukaraya tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga mampu membangun identitas usaha yang kuat dan melanjutkan pengembangan usahanya secara mandiri.
Setelah program KKN berakhir, keberlanjutan pengembangan UMKM di Desa Sukaraya akan dilanjutkan melalui Forum UMKM Sukaraya. Ibu Nurul selaku perwakilan Forum UMKM Sukaraya diharapkan dapat menjadi bagian dalam menjaga keberlanjutan komunikasi dan pengembangan para pelaku usaha yang telah mendapatkan pendampingan.
Dengan adanya Forum UMKM Sukaraya, komunikasi antarpelaku usaha serta berbagai upaya pengembangan UMKM diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan, termasuk dalam berbagi informasi, bertukar pengalaman, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UPB untuk menghubungkan potensi UMKM lokal dengan kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari legalitas, identitas, hingga penguatan promosi, sekaligus membangun fondasi agar pengembangan UMKM Desa Sukaraya dapat terus berjalan meskipun program KKN telah berakhir.



