Zikir dan Tabur Bunga di Makam KH Noer Alie, Asep Ajak Masyarakat Jaga Warisan Perjuangan

2

RANNEWS.CO.ID, BEKASI– Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi mengikuti zikir bersama dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional KH Noer Alie, kompleks Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Jalan Ujung Harapan Bahagia, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain menjadi momentum untuk memanjatkan doa dan rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa serta perjuangan KH Noer Alie bagi masyarakat Bekasi dan bangsa Indonesia.

Asep mengatakan, zikir bersama menjadi momentum untuk mendoakan Kabupaten Bekasi agar senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Zikir pada hari ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bersyukur sekaligus memanjatkan doa bagi Kabupaten Bekasi. Semoga daerah yang kita cintai ini senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujar Asep.

Menurutnya, Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dengan tema “Bekasi Bangkit, Bersama Maju, Melayani, Sejahtera” harus menjadi penyemangat bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bergerak bersama.

Ia menilai semangat tersebut perlu diwujudkan melalui peningkatan pelayanan publik dan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata Asep, harus dimaknai sebagai kesempatan untuk mensyukuri kemerdekaan, menjaga persatuan serta meneruskan perjuangan para pendahulu melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

KH Noer Alie Jadi Teladan Pemimpin Bekasi

Asep menegaskan, KH Noer Alie merupakan salah satu putra terbaik Bekasi yang perjuangannya harus terus dikenang dan menjadi teladan bagi generasi penerus, termasuk para pemimpin di Kabupaten Bekasi.

“Beliau merupakan contoh dan panutan bagi para pemimpin Kabupaten Bekasi yang dikenang sepanjang masa. Karena itu, siapa pun yang memimpin Kabupaten Bekasi memiliki kewajiban untuk melestarikan dan menjaga tradisi ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga berbagai warisan peninggalan KH Noer Alie, mulai dari masjid, makam hingga pesantren.

Menurut Asep, keberadaan warisan tersebut bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi saat ini mengenai perjuangan tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan bangsa.

“Jangan sampai kita melupakan orang yang pernah berjuang untuk masyarakat Kabupaten Bekasi dan Republik Indonesia. Para kepala SKPD, camat dan kepala desa wajib melestarikan dan menjaga peninggalan beliau,” tegasnya.

Pemkab Bekasi, lanjut Asep, akan terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Pondok Pesantren Attaqwa melalui perangkat daerah terkait.

Ia juga menyatakan pemerintah daerah siap membantu proses perizinan apabila pihak pesantren membutuhkan pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik.

“Insyaallah untuk kebutuhan pesantren Attaqwa akan terus kita bantu. Apalagi ini merupakan warisan yang harus dilestarikan oleh para pemimpin Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Attaqwa Pusat, Dr. KH. Irfan Mas’ud, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap perjuangan dan warisan KH Noer Alie.

Ia berharap penghormatan terhadap para pahlawan dan pejuang daerah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi nilai yang tertanam dalam kehidupan masyarakat.

“Para pahlawan dan pejuang Kabupaten Bekasi harus kita hormati. Mudah-mudahan Kabupaten Bekasi semakin berkembang dan memberikan pelayanan terbaik, sehingga kesejahteraan dan keadilan dapat kita rasakan bersama di masyarakat,” ungkapnya.

Usai zikir bersama, Forkopimda Kabupaten Bekasi bersama jajaran pemerintah daerah dan peserta kegiatan melanjutkan prosesi tabur bunga di makam KH Noer Alie.

Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas jasa dan pengorbanan Pahlawan Nasional asal Bekasi tersebut.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan Kabupaten Bekasi tidak terlepas dari nilai perjuangan para pendahulu yang perlu terus dijaga dan diteruskan melalui pengabdian kepada masyarakat. (adv)