Disdik Kabupaten Bekasi Bekali Kepala Sekolah Jadi Pemimpin Pembelajaran yang Adaptif

205

RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Kepala SMP Swasta Tahun 2026 selama tiga hari, 22–24 Juli 2026, di SMP Negeri 2 Tambun Selatan.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi kepala sekolah agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Bimbingan teknis dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, ST., M.Si., dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat.

Materi yang disampaikan meliputi penguatan kompetensi manajerial, supervisi akademik, coaching, hingga mentoring sebagai bekal bagi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam arahannya, Imam Faturochman mengingatkan seluruh kepala sekolah agar mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya titip ya, gunakan Dana BOS dengan baik. Laksanakan sesuai dengan ketentuan ya, mudah-mudahan kita bisa selamat dunia dan akhirat,” ujar Imam.

Selain pengelolaan anggaran, Imam juga menekankan pentingnya pelaksanaan asesmen awal terhadap peserta didik baru, khususnya siswa kelas VII.

Menurutnya, asesmen menjadi langkah awal untuk memetakan kemampuan, karakter, serta kebutuhan belajar setiap siswa sehingga sekolah dapat memberikan pendampingan yang tepat.

“Apakah mereka sudah diasesmen? Sehingga Bapak dan Ibu ke depannya akan bisa mendampingi dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, supervisi pembelajaran tidak boleh dipandang hanya sebagai proses penilaian terhadap guru, melainkan menjadi sarana pembinaan agar kualitas pembelajaran di kelas terus meningkat.

“Supervisi pembelajaran bukan hanya sekadar untuk menilai guru kita dalam mengajar, tapi juga untuk membantu mereka agar dapat lebih maksimal dan siap dalam mengajar di kelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imam mengingatkan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi, minat, dan bakat yang berbeda. Karena itu, kepala sekolah harus mampu memastikan seluruh siswa memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Menurutnya, masih ditemukan siswa yang memasuki jenjang SMP namun belum memiliki kemampuan membaca, berhitung, bahkan mengenal huruf.

Kondisi tersebut harus segera dipetakan melalui asesmen agar sekolah dapat menyiapkan strategi pembelajaran yang tepat.

“Kepala sekolah harus punya kemampuan bagaimana memanage, bagaimana mensupervisi. Tapi saya yakin Bapak dan Ibu yang hadir hari ini telah mempersiapkan itu untuk Indonesia Emas ketika Indonesia merdeka pada usia yang ke-100 tahun,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi berharap seluruh kepala SMP swasta semakin profesional, berintegritas, serta mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif dalam membangun budaya mutu dan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta menyenangkan bagi seluruh peserta didik.