RANNEWS.CO.ID, CIKARANG PUSAT – Budiyanto Islamic School Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam terpadu di Kabupaten Bekasi. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2014 di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, itu kembali mengembangkan layanan pendidikan melalui pembukaan dua jenjang baru.
Saat ini Budiyanto Islamic School Indonesia menaungi tiga jenjang pendidikan, yakni TKIT, SDIT El Mumtaz Cendikia, dan SMPIT Ketarunaan. Pengembangan tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman.
“Tahun ini, TKIT As Syamiel Cendikia menerima siswa baru angkatan pertama sebanyak 33 orang dan siswa baru angkatan pertama SMPIT Taruna Al Mutashim Billah sebanyak 18 orang,” ujar Wakil Direktur Budiyanto Islamic School Indonesia, Rohimudin, pada Minggu (19/7/2026).
Rohimudin menjelaskan pembukaan kedua satuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari pengembangan lembaga untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan Islam terpadu yang berkesinambungan sejak usia dini hingga jenjang menengah.
“Alhamdulillah, sejak berdiri pada 2014, SDIT El Mumtaz Cendikia terus berkembang dan kini memiliki sekitar 180 siswa setiap tahunnya serta telah meluluskan enam angkatan,” katanya.
Ia menambahkan, alumni tertua SDIT El Mumtaz Cendikia kini telah memasuki kelas XII SMA dan sederajat. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan yang dijalankan sekolah terus menunjukkan hasil yang positif sekaligus mendapat kepercayaan dari masyarakat.
“Setelah penerimaan siswa baru, kami melaksanakan rapat kerja guru untuk menyiapkan pembelajaran tahun ajaran 2026/2027 dan juga menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 15–17 Juli 2026 yang berlangsung dengan lancar,” ujarnya.
Ia mengatakan, seluruh rangkaian persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal sejak hari pertama sekaligus membangun kesiapan guru maupun peserta didik dalam memasuki tahun ajaran baru.
“Kami akan terus melakukan inovasi dan improvement kepada semua guru dan stakeholder sekolah, baik di tingkat TK, SD maupun SMP agar bisa menyelenggarakan pelayanan pembelajaran secara maksimal untuk memastikan konsep keterpaduan antara kurikulum nasional dan kekhususan muatan agama, khususnya tahfidzul Qur’an, menjadi materi dasar pembelajaran semua siswa di sekolah kami sesuai tingkatannya,” pungkas Rohimudin.
Ia menegaskan Budiyanto Islamic School Indonesia akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik, memperkuat kurikulum terpadu, serta menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Harapan kami, Budiyanto Islamic School Indonesia dapat terus mencetak generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tutup Rohimudin.



