RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Kabupaten Bekasi kembali dilanda banjir parah akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir. Banjir ini disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai dan tidak lancar, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan baik.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, sebanyak 52 titik wilayah terdampak banjir Hingga saat ini, masih terdapat 34 titik banjir yang tersebar di tujuh kecamatan, 14 desa, dan satu kelurahan.
Banjir ini telah merendam 4.130 unit rumah dan satu rumah mengalami kerusakan sedang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya evakuasi dan penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.

“Ya, kami bersama PMI, kepolisian, dan relawan kebencanaan telah melakukan evakuasi terhadap warga serta mendistribusikan bantuan logistik seperti air mineral, mi instan, sembako, tikar, pompa air, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujar Muchlis.
Wilayah terdampak banjir terparah terjadi di Kecamatan Babelan dengan 15 titik banjir, di mana ketinggian air mencapai 50-100 cm. Banjir juga melanda Kecamatan Sukatani dengan 11 titik dan tinggi muka air antara 30-70 cm ¹.
Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi. BPBD bersama unsur terkait terus disiagakan di lokasi rawan banjir dengan perlengkapan logistik yang dibutuhkan.
Banjir di Kabupaten Bekasi ini bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tapi juga disebabkan oleh faktor antropogenik seperti urbanisasi pesat dan alih fungsi lahan yang mengurangi daya serap air. Oleh karena itu, diperlukan solusi sistemik yang melibatkan perencanaan kota, kebijakan lingkungan, serta partisipasi aktif masyarakat untuk mengatasi masalah banjir ini (parlin)



