Pemkab Bekasi Bentuk Tim Relokasi Sekolah Terdampak Tol Cibitung–Cimanggis

131

RANNEWS.CO.ID, BEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan membentuk tim baru untuk mempercepat proses relokasi sejumlah sekolah di Kecamatan Setu yang terdampak pembangunan Jalan Tol Cibitung–Cimanggis. Pembentukan tim tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bekasi sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturohman, menjelaskan, tim baru ini dibentuk karena koordinasi tim sebelumnya dinilai belum optimal. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain perwakilan sekolah, Dinas Pendidikan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi.

“Tim ini akan mengoordinasikan seluruh proses relokasi dari tahap awal hingga penetapan lokasi baru agar pelaksanaannya lebih efektif,” ujar Imam saat kegiatan koordinasi di SMPN 1 Setu, yang turut dihadiri pejabat Disperkimtan, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Setda, dan Dinas Bina Marga.

Tiga sekolah dasar di Kecamatan Setu terdampak langsung proyek tol tersebut, yakni SDN Burangkeng 03, SDN Burangkeng 04, dan SDN Ciledug 03. Pemerintah daerah menargetkan relokasi segera dilakukan agar proses belajar mengajar tidak terganggu oleh aktivitas proyek dan dampak lingkungan seperti kebisingan maupun debu.

Imam menjelaskan, tahap awal dimulai dari penentuan lokasi relokasi. Pihak sekolah, komite sekolah, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat dilibatkan untuk mengusulkan tiga alternatif lokasi pengganti dengan luas minimal 3.000 meter persegi. Usulan tersebut harus disampaikan paling lambat sembilan hari sejak 28 Oktober 2025.

“Setelah lokasi diusulkan, BPN akan melakukan survei dan pengukuran ulang. Hasilnya akan menjadi dasar bagi tim untuk meninjau dan melakukan pembahasan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan hanya bertugas menentukan lokasi yang layak, sedangkan pembangunan fisik sekolah baru akan dibiayai oleh pihak pelaksana proyek tol.

“Kami akan melakukan kajian dengan indikator lingkungan yang aman, bebas banjir, sesuai tata ruang, dan memenuhi ketentuan hukum sebelum dilaporkan kepada Bupati untuk penetapan,” katanya.

Relokasi ini, lanjut Imam, menjadi langkah penting agar siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.

“Tujuannya agar anak-anak tidak lagi terganggu oleh aktivitas proyek dan memiliki sarana pendidikan yang layak,” ujarnya menegaskan. (Parlin)