RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perikanan menggelar bazar produk perikanan, mulai dari ikan segar hingga produk olahan UMKM. Acara ini berlangsung di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Jumat (20/09/2024).
Sebanyak 19 UMKM hadir dalam bazar tersebut, dengan penyelenggara menyediakan 25 stan. Dari jumlah tersebut, 5 stan berasal dari dinas terkait seperti Dinas KUKM, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, sementara 16 stan lainnya dikhususkan untuk UMKM binaan Dinas Perikanan.
Kabid Penguatan Daya Saing, Wahyudin, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan kolaborasi antara Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi.
“Anggaran acara bersumber dari Provinsi Jawa Barat. Bazar ini bertujuan untuk memudahkan pemasaran produk UMKM, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses ikan segar dan produk olahan dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran,” jelas Wahyudin.
Gelaran bazar ini juga berfokus pada lokus stunting, yang bertujuan untuk mengatasi masalah stunting yang tinggi di Kabupaten Bekasi, khususnya di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Setu.
“Stunting di Kabupaten Bekasi paling tinggi di wilayah Sindang Mulya dan Taman Rahayu. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan asupan gizi, termasuk melalui konsumsi ikan,” ujarnya.
Wahyudin menambahkan bahwa acara serupa akan kembali diadakan pada peringatan Hari Ikan Nasional pada Oktober atau November 2024.
“Kami berharap masyarakat semakin gemar mengonsumsi ikan, karena dengan konsumsi protein ikan yang cukup, diharapkan kualitas hidup masyarakat akan meningkat, terutama di wilayah stunting,” tuturnya.
Selain berbelanja, masyarakat juga bisa berinteraksi langsung dengan para pedagang mengenai kandungan gizi serta produk unggulan mereka. Wahyudin berharap ke depannya UMKM di Kabupaten Bekasi dapat memiliki pasar khusus, seperti melalui marketplace, agar produk ikan segar dan olahan dapat dikenal lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Reporter: Parlin



