LAMI Soroti Kinerja Dinas Perdagangan : Kurang Melayani Masyarakat

259
Jonly Nahampun, Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia.

RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) menyoroti pasar pasar tradisional di Kabupaten Bekasi yang masih adanya pasar kumuh dan semrawut mengganggu akses jalan serta rawan terjadi kebakaran karena tidak tertata. Hal itu dikatakan Ketua LAMI, Jonly Nahampun, Senin (22/7).

“LAMI meminta agar pasar di benahi dan banyak semrawut serta bau tidak sedap dan juga berjualan dibahu jalan mengakibatkan meresahkan pengguna jalan,” katanya.

Menurut dia, dalam kurun waktu juga terjadi kebakaran di pasar pasar tradisional Kabupaten Bekasi itu bisa membahayakan para pedagang dan pembeli, oleh karena itu perlu keseriusan pemerintah daerah maupun dinas terkait terhadap pasar pasar tradisional di Kabupaten Bekasi.

“Meminta Bupati mengevaluasi dinas terkait agar keseriusan menangani pasar tradisional karena itu menilai wajah Bekasi dan bisa bersaing dengan toko modern yang hingga kini sampai masuk pelosok pasar harus berbenah,” tuturnya.

Ia juga mengharapkan PJ Bupati Bekasi harus serius menangani pasar dan kebutuhan masyarakat yang kini harga sembako melonjak tinggi dan kebutuhan pokok naik yang membuat masyarakat resah.

“PJ Bupati dengan sisa waktu yang ada harus serius menangani persoalan pasar dan kebutuhan pokok masyarakat agar kinerjanya dinilai bagus oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, informasi yang diterima masyarakat ingin harga kebutuhan pokok normal dan juga pasar tradisional tertata rapih dan bersih.

“Kebutuhan pokok sangat penting bagi masyarakat oleh karena harusnya harga Het setiap pasar normal yang diinginkan masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi menyatakan seluruh pasar tradisional di wilayah Kabupaten Bekasi belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Secara bertahap Pemkab Bekasi akan menjadikan seluruh pasar tradisional memiliki sertifikat SNI. (red)