RANNEWS.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) prihatin dan mempertanyakan anggaran pembangunan Rehab Anjungan Sulut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta yang sangat fantastis sekitar Rp. 65 Milyar diduga menjadi bancakan berjemaah atau oknum tertentu. Hal itu dikatakan, Ketua Umum DPP LAMI, Jonly Nahampun kepada wartawan saat konferensi pers di Senayan, Jakarta, Rabu (19/06/2024).
“Dari data yang kami miliki dan hasil investigasi kami gedung tersebut kurang maksimal pembangunannya bahkan sudah pada rusak dengan menghabiskan anggaran rehab tersebut pada tahun 2022 sekitar Rp 7 Milyar, lalu kemudian 2021 sekitar Rp 18 Milyar, untuk tahun 2020 dengan anggaran sekitar Rp 700 Juta, berikutnya pada tahun 2019 sekitar Rp 19 Milyar. Berikutnya pada tahun 2018 sekitar Rp. 18 Milyar, kemudian di tahun 2017 sekitar Rp 900 Juta, pada 2013 dengan anggaran sekitar Rp 1.5 Milyar. Kegiatan tersebut dari beberapa kegiatan item pekerjaan,” katanya.

Ketua DPD LAMI Sulut, Indry mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat aneh karena hampir setiap tahun anggarannya di berbagai Satuan Perangkat Dinas (SPD), yang lebih aneh lagi pengawas atau konsultan proyeknya kontraktornya dari Manado, padahal pekerjaan di Jakarta.
“Dalam hal ini kami dari LAMI meminta informasi dari Gubernur Sulut atau dinas terkait untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk perkembangan proyek tersebut, apa sudah sesuai RAB dan terealisasi anggaran kegiatannya,” tandasnya (red)



