RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Para aktifis LSM dan Ormas Kabupaten Bekasi yang tergabung didalam Aliansi Ormas Bekasi (AOB), meminta Penjabat (Pj) Bupati Bekasi yang akan dilantik, Laksamana Ikhwan Syataria, untuk merangkul dan mempersatukan seluruh LSM dan Ormas yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.
Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) AOB, Zaenal Abidin saat kegiatan Rapat Kerja (Raker) SMSI Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan di Wisma TNI AL Ciloto, Kabupaten Cianjur, Minggu (19/5/2024).
Haji Zaenal berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi dibawah kepemimpinan Laksamana Ikhwan Syataria, bisa memberikan pembinaan yang riil kepada seluruh LSM dan Ormas yang ada di Kabupaten Bekasi, bukan hanya pembinaan yang ada di ujung mata anggaran atau menghabiskan sisa anggaran.
“APBD Kabupaten Bekasi mampu untuk menghandel itu semua. Apakah dalam bentuk dana hibah melalui Kesbangpol. Banyak lembaga-lembaga yang membutuhkan support dari Pemda. Kemana lagi mereka mengadu selain ke Pemda?,” ungkapnya kepada awak media.
Dirinya melihat selama ini Ormas dan LSM kesulitan untuk mendapatkan bantuan untuk kegiatan sosial dari Pemda. Dirinya pun mengaku prohatin dengan kondisi tersebut. Jika Ormas dan LSM tidak bisa menggali potensi, maka keberadaan Ormas dan LSM tersebut tidak akan bisa bertahan.
“Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri dengan enam ribu lebih perusahaan, kalau Pemda bisa berperan aktif dalam melakukan pembinaan kepada Ormas dan LSM, maka tidak akan ada Ormas dan LSM yang susah, dan masyarakatnya pun tidak ada yang susah,” tegasnya.
Dirinya pun menilai regulasi yang mengatur mengenai ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi tidak bisa berjalan, karena tidak adanya pengawasan. “Jika ada pengawasannya, insyaallah keberadaan Perda tersebut akan maksimal dalam menyerap tenaga kerja di Kabupaten Bekasi,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal melihat Laksamana Ikhwan Syataria merupakan putra daerah Bekasi asli dan bisa merangkul semua elemen. “Ketika kita bicara orang Bekasi, orang Bekasi itu enggak tegaan, itulah ciri khas orang Bekasi,” tandasnya. (zal)



