Pj Bupati Minta Lembaga Pendidikan di Kabupaten Bekasi Programkan Pesantren Kilat

11 views

RANNEWS.CO.ID, CIKARANG PUSAT – Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan mengimbau kepada sekolah-sekolah, memasuki seminggu bulan Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi, mulai memprogramkan mengenai materi-materi agama dan pelaksanaan ibadah puasa.

Hal ini dikatakannya saat memimpin Upacara Hari Korpri bagi Pegawai di Lingkungan Pemkab Bekasi, di Plaza Pemkab Cikarang Pusat pada Senin (18/03/2024).

“Kepada segenap aparatur pemerintah, penanggung jawab lembaga pendidikan, saya harap dapat melaksanakan tugas dengan ikhlas dan disiplin. Selain itu bisa melaksanakan program dengan mengarahkan kepada pentingnya penyajian materi agama dan amaliyah puasa atau Ramadan,” tuturnya.

Menurut Dani, hal tersebut menjadi penting, dalam rangka meningkatkan kualitas keagamaan di masyarakat yang dilakukan sejak dini di sekolah-sekolah. Kegiatan bisa berbentuk pesantren Kilat yang diselenggarakan jelang akhir Ramadan.

“Mungkin bisa menyelenggarakan pesantren kilat ya di sekolah-sekolah di akhir Ramadan ini,” jelasnya.

Hal lainnya yang menjadi penting, Dani Ramdan mengimbau kepada masyarakat di bulan Ramadan yang bertepatan dengan usainya Pemilu 2024 ini, diharapkan agar tetap rukun dalam menanggapi hasil Pemilu.

“Alhamdulillah di Kabupaten Bekasi tidak ada gejolak yang signifikan. Apalagi di bulan Ramadan ini diharapkan bisa menahan potensi konflik di kalangan para elit, maupun di masyarakat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman (kiri) bersama Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Benny Sugiarto (kanan) pada saat kunjungan ke sekolah.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengajak seluruh jenjang satuan pendidikan untuk mengadakan kegiatan pembinaan karakter melalui kegiatan pesantren kilat selama Bulan Suci Ramadhan untuk menekan kenakalan remaja.

“Melalui kegiatan pesantren kilat, pelajar diberikan kesempatan mendapatkan pengetahuan tentang agama seperti puasa wajib dan sunah, serta apa saja yang amalan-amalan di Bulan Ramadhan. Kegiatan sangat positif yang dapat menekan angka kenakalan remaja,” kata Kepala Disdik Kabupaten Bekasi Imam Faturochman, Rabu (27/3).

Dia menjelaskan salah satu penyebab tindak kenakalan remaja adalah minim ajaran dan pegangan agama yang dimiliki siswa sehingga mereka mudah terjerumus ke jurang pergaulan bebas yang merusak mental serta jiwa generasi muda.

Menurut dia pesantren kilat memang program yang sering diagendakan di lingkungan satuan pendidikan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan para siswa.

“Sehingga kenakalan remaja seperti perang sarung, tawuran yang selama ini masih ada di beberapa tempat bisa berkurang atau tidak ada sama sekali. Karena yang namanya manusia itu punya tenggang rasa, saling menghormati, dan menghargai,” katanya.

Ia mengatakan penting bagi setiap sekolah memberikan ruang bagi pelajar untuk lebih mendalami nilai-nilai keagamaan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembentukan kepribadian para pelajar.

“Memang di sekolah (waktu) terbatas tetapi setidaknya penyampaian materi siraman rohani yang terus menerus dilakukan oleh tenaga pendidik atau guru mungkin akan sedikit banyak berpengaruh,” ucapnya

Dirinya juga menekankan arti penting peran lingkungan dan masyarakat untuk mencegah aksi tawuran maupun berbagai perilaku kenakalan remaja lain.

“Artinya perlu sinergi, kolaborasi, termasuk dari masyarakat ketika ada anak-anak sekolah tidak langsung pulang ke rumah, nongkrong, untuk diingatkan jangan sampai ada kerumunan apalagi sampai membuat keonaran dan kegaduhan. Pesantren kilat sangat tepat mengisi waktu luang mereka,” pungkasnya. (adv)