RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi Kabupaten Bekasi Tahun 2024, bertempat di Hotel Holiday Inn Cikarang.
Rakor yang dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan tersebut, diikuti oleh peserta yang terdiri dari Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Bekasi.
Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, Rakor itu digelar dalam rangka meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antarlintas sektor. Di situ akan memetakan situasi ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi, sehingga intervensi penanganan daerah rawan pangan dapat tertangani secara optimal dan tepat sasaran.
“Dari hasil pemetaan kita, ada 26 desa yang masuk kategori 3 yakni agak rawan pangan, dan ini membutuhkan atensi. Berbagai program kita jalankan untuk mengatasi itu, mulai cadangan pangan pemerintah, warung pangan, gabah bantuan pemerintah, juga gerakan pangan murah, dengan cara itu mudah-mudahan bisa meningkatkan status menjadi tahan pangan,” jelasnya.
Dani Ramdan juga mendorong pembangunan pasar di tiap-tiap kecamatan dan desa. Gunanya untuk mendekatkan akses layanan infrastruktur pangan kepada masyarakat, melalui alokasi APBD, APBdes serta terbuka untuk pihak swasta yang ingin ikut berkontribusi.
Dirinya juga menyebutkan, saat ini terdapat 12 kecamatan yang sudah memiliki pasar sendiri dan hanya tersisa 11 kecamatan yang terus didorong agar memiliki pasar sendiri.
“Kita memang saat ini sedang menyusun RPJMD baru, tergantung nanti kalo hasil Feasibility Study (FS) swasta bisa masuk kita akan dorong swasta, atau karena ini daerahnya terpencil atau mungkin ekonominya kurang maju, ya mungkin APBD yang harus masuk. Bahkan APBDes juga bisa untuk membangun level pasar desa, Jadi nanti berbagai sumber ini kita kombinasi untuk pengembangan pasar-pasar kedepan,” paparnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Abdur Rofiq menambahkan, Pemerintah Daerah telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan di Kabupaten Bekasi. Di antaranya program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Bantuan Gabah, Warung Pangan, Gerakan Pangan Murah, dan juga Program Gebrak (Gerakan Berbagi B2SA).
“Berkaitan dengan kerawanan pangan ini, kita ingin adanya sinkronisasi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa. Karena ini sangat penting dalam rangka mendapatkan sasaran yang tepat terhadap kegiatan-kegiatan yang nanti ada dimasyarakat,” terangnya.
Dirinya juga berharap, agar Pemerintah Desa dapat lebih berdaya dalam penanganan kerawanan pangan di Kabupaten Bekasi, salah satunya seperti yang disampaikan Pj Bupati yakni dengan membangun pasar-pasar desa yang juga turut berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Pasar desa itu bisa dimulai dari pasar minggon, misalnya pasar yang beroperasi seminggu sekali kemudian meningkat seminggu 3 kali. Kita mulai dari yang kecil dulu bertahap, yang tadinya 7 pedagang karena rutin terus bertambah jumlahnya hingga nanti menjadi pasar skala besar yang beroperasi setiap hari. Dan ini tentu butuh proses,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Gerakan Berbagi Pangan B2SA (Gebrag) kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan, sebagai salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting yang ada di Kabupaten Bekasi.
Turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi, Ria Sabaria Dani Ramdan, kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Cikarang Selatan pada Rabu (06/03/2024).
Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Ria Sabaria menyampaikan, gerakan pangan yang beragam, bergizi, aman dan sehat (B2SA) ini sejalan dengan program “Isi Piringku” yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Tentunya dengan memperhatikan pola asupan makanan yang bergizi dan penuh nutrisi.
“Memang ini kan program nasional yang dinamakan isi piringku, dimana di dalam piring itu dibagi menjadi 50 persen sayuran dan buah, sedangkan 20 persennya lauk pauk dan 30 persennya makanan pokok,” ungkapnya.
Ia menambahkan, TP PKK Kabupaten Bekasi juga mendukung gerakan berbagi pangan B2SA ini, dengan memberikan edukasi kepada keluarga di masyarakat untuk mengubah pola konsumsi pangan yang lebih beragam serta membudayakan pola konsumsi pangan B2SA. “TP PKK Kabupaten Bekasi juga memberikan pelayanan posyandu, sosialisasi kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat. Itu selalu disosialisasikan di keluarga dan juga masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Abdur Rofiq menerangkan, tujuan lainnya dari program Gebrag tersebut adalah, untuk mengedukasi serta mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai perubahan budaya konsumsi masyarakat.
“Bagaimana masyarakat itu tidak harus bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat karena banyak sumber karbohidrat lainnya yang dihasilkan di Kabupaten bekasi ini. Kita punya singkong, sukun, jagung dan banyak produk lainnya yang bisa menggantikan beras,” terangnya.
Ia menyebutkan, apabila masyarakat sudah bisa beralih dari beras ke sumber karbohidrat lainnya. Tentu hal itu akan mengurangi permintaan beras sehingga inflasi yang menyebabkan kenaikan harga beras juga dapat berkurang.
Lebih lanjut, Abdur Rofiq menambahkan, dalam kegiatan Gebrag di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan tersebut, selain diisi dengan sosialisasi dan edukasi yang disampaikan oleh narasumber, juga diserahkan bantuan 250 paket pangan kepada masyarakat.
“Dengan dilakukannya gerakan berbagi pangan B2SA ini kami berharap tahun depan Kabupaten Bekasi bisa menjadi zero, stunting” harapnya. (adv)



