Pemkab Bekasi Lakukan Operasi Beras Murah di Kedungwaringin

208
Warga Antusias Serbu Operasi Beras Murah di Kedungwaringin

RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi Sigap dalam mengantisipasi segala hal permasalahan ekonomi di Kabupaten Bekasi terutama dalam menyikapi kenaikan harga berbagai komoditas bahan kebutuhan pokok masyarakat, salah satu nya beras agar tidak sampai melambung tinggi hingga berdampak pada inflasi. Hal itu disampaikan oleh Dani Ramdan, Pj Bupati Bekasi.

“Berbagai macam strategi kita lakukan dengan baik dan cepat, salah satu hal yang diupayakan yakni pemantauan harga bahan pokok, pengawasan menjaga ketersediaan dan melakukan gerakan pangan murah menjadi langkah konkrit untuk mengatasi lonjakan harga,” Ujar Dani Ramdan.

Tak hanya itu, pemantauan harga bahan pokok oleh instansi terkait rutin dilakukan pemerintah daerah untuk merespons potensi lonjakan harga, menekan angka inflasi dan juga menjaga ketersediaan pangan di pasar.

“Melalui fungsi – fungsi pengawasan tersebut, pemerintah daerah dapat melihat perkembangan harga dan stok terkini di pasar sekaligus membangun kerja sama dengan para produsen,”Ungkapnya

Masih sambung dani sapaan akrabnya, selain pengawasan pemerintah Kabupaten Bekasi juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil bahan pokok untuk mengendalikan kenaikan harga dan mencegah potensi terjadi inflasi melalui skema pemenuhan komoditas dari wilayah penghasil atau surplus bahan pokok.

“Peningkatan sinergi juga dilakukan kepada beberapa wilayah pemasok bahan pokok seperti Garut, Subang, serta Kabupaten Bandung, Wilayah – wilayah pemasok lain pun akan dijangkau jika diperlukan,”Katanya

Ditempat yang berbeda Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bekasi kembali mengadakan Operasi Pasar Beras bekerjasama dengan Bulog Karawang yang diselenggarakan di halaman kantor Kecamatan Kedungwaringin pada Rabu (06/03/2024).

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yanti menyampaikan, adanya operasi pasar beras tebus murah ini sebagai upaya dalam rangka stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi yang merangkak naik di pasaran.

“Ya, hingga saat ini kami telah mendistribusikan sebanyak 110 ton beras premium di 11 kecamatan. Di setiap kecamatan kami menyediakan 10 ton beras dengan harga 53.000 per pack nya (5 kilo), masing-masing warga maksimal mendapat 2 pack beras premium (10 kilo),” ujarnya.

Dia menambahkan, operasi pasar beras ini merupakan salah satu komitmen Pemkab Bekasi bersama stakeholder terkait dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan primer. Pihaknya juga akan terus berupaya dalam mengatasi kenaikan harga beras di pasaran.

Dia berharap, melalui operasi pasar beras ini, bisa mengendalikan inflasi daerah serta stabilisasi harga beras dapat terjaga dengan baik. Sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Sementara itu di tempat yang sama, Sekretaris Camat Kedungwaringin, Ratna Jatnika menyampaikan, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah menggelar operasi pasar beras di wilayahnya. Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini sangat membantu warga di tengah kondisi adanya kenaikan harga beras.

Tampak ribuan masyarakat antusias berbondong-bondong mendatangi operasi pasar beras yang dibuka sejak pagi. Hanya dalam hitungan beberapa jam beras murah sebanyak 10 ton tersebut sudah habis terjual di masyarakat.

“Alhamdulillah kami senang dengan adanya operasi beras SPHP ini sebanyak 10 ton ternyata habis terjual di masyarakat. Program seperti ini sangat membantu sekali kepada masyarakat dalam memperoleh beras dengan harga murah,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejauh ini Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi telah menggelar operasi pasar beras di 11 titik kecamatan. Sisanya akan terus berlanjut hingga menyisir ke 23 kecamatan yang dijadwalkan berakhir pada tanggal 26 Maret 2024. (adv)