
RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Ribuan massa LSM dan Ormas di wilayah Kabupaten Bekasi dan warga masyarakat sekitar, kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan PT Mekar Armada Jaya yang berada di bilangan Jalan Raya Diponegoro KM.38, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (13/11/2023).
Seperti aksi sebelumnya, dalam aksi yang ketiga kalinya ini, massa kembali menuntut pihak perusahaan untuk melibatkan warga masyarakat sekitar dalam pengelolaan limbah sisa hasil produksi yang bernilai ekonomis.
Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi (AOB), Zaenal Abidin mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihak manajemen perusahaan akan membahas apa yang menjadi tuntutan massa aksi dalam waktu dua sampai tiga hari kedepan.
“Sebetulnya pertemuan itu indah kalau mereka tidak kaku. Semua ada solusinya, yang penting pihak manajemen tidak kaku kepada masyarakat. Karena prinsipnya kami ini bukan sekedar meminta, tetapi kami juga mempunyai badan hukum yang lengkap. Apapun SOP perusahaan kami siap. Apa lagi kekurangan kami?,” ungkapnya kepada para awak media.
Zaenal menegaskan, massa aksi merupakan masyarakat Bekasi, karena itu dirinya meminta pihak perusahaan untuk mengedepankan kearifan lokal. Aksi ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat Bekasi untuk bisa mandiri dan berdiri diatas kaki sendiri.
“Dalam pertemuan ini memang belum ada kesepakatan, tetapi kami memaklumi mereka karena mempunyai atasan lagi dan harus dirapatkan lagi. Manajemen tidak bisa mengambil keputusan sepihak dalam tata kelola limbah perusahaan,” terangnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris GIBAS Kabupaten Bekasi, Mandalesta, mengaku sudah ada perkembangan dalam setiap aksi yang dilakukan massa aksi. Pihak manajemen mengklaim akan melakukan rapat terlebih dahulu dengan pihak atasan perusahaan.
“Jika tuntutan kami tidak digubris pihak perusahaan tentunya kami akan melakukan langkah-langkah kedepannya, seperti kami akan melakukan audensi ke Ketua DPRD Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (zal)


