RANNEWS.CO.ID, CIKARANG PUSAT – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah terjun langsung untuk melakukan mediasi atau menyelesaikan permasalah Buruh PT Hung-a dengan manajemen PT Hung-A Indonesia, Rabu (25/1).
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah mengatakan pada hari ini bisa turun ke lapangan ke PT Hung-a langsung, perlu di ketahui sebelumnya ada lebih dari 2000 karyawan dalam situasi normal, namun setelah adanya perang antara rusia dan ukraina tentu berdampak terhadap terhambat perkembangan ekonomi.
“Singkat cerita setelah di PHK itulah tentu ada perlawanan dari buruh yang mana ada poin-poin yang di tutut oleh buruh, ada juga poin-poin sebagian juga dipenuhi, ada juga yang tidak di penuhi,” katanya.
Dari poin-poin itulah kemudian tuntutan buruh yang merasa kecewa akhirnya ke Gedung DPRD dan kemudian menyuarakan hal tersebut kepada anggota DPRD.
“Kemudian kami merespon yang akhirnya hari ini hari Rabu 25/1 kami turun disertai oleh Pak Camat, Pak Kapolsek, ada Disnaker, ada juga Apindo, ada juga saya sendiri Ketua DPRD, dan Wakil Ketua DPRD, ada Ketua Komisi 4 Pak Haji Tata, ada Seketaris Pak Rusdi, ada juga Bu Fatma Hanum dari Fraksi PKS,” tuturnya.
BN Holik Qodratullah juga mengatakan dirinya juga mengatakan agar mendorong ada sebuah kesepakatan antara menejemen PT Hung-a dengan buruh yang di PHK bisa di capai suatu kesepakatan dan poin-poin itulah yang akan dibahas di perusahaan.
“Kami juga mengapresiasi karena dari PT Hung-a Indonesia itu langsung menerima mister Kim Yong Sung yang merupakan Presiden Direktur dari Korea dia responsif pada akhirnya dia menerima sebagian poin yang kami tutup dan kemudian di sepakati dan itu tentu berdasarkan suatu perjuangan yang alot terjadi suatu perdebatan baik dari buruh maupun dari kami sendiri mendorong supaya perusahaan mau sedikit melunak,” tuturnya.

Lanjutnya begitu pun buruh yang seharunya melunak menghilangkan suatu ego yang satu maju yang satu mundur sehingga ada suatu kesimpulan poin demi poin itu akan didaulat dan di sepakati kemudian di tuang ke dalam sebuah perjanjian yang mana poin-poinnya adalah pertama dari poin-poin sebelumnya yang sudah banyak itu bertambah lagi, di antaranya adalah bahwa perusahaan akan membantu memfasilitasi ke KPHI terkait dengan jaminan hari tua selama kurang lebih 6 bulan.
“Dari 330 karyawan itu hanya 147 buruh, karna sebagian yang di PHK itu ada juga yang menerima sekitar 124 karyawan itu menerima uang pesangon yang cukup besar,” ujarnya.
Kemudian yang 50 sekian dengan berbagai pertimbangan juga ada yang terima kembali, kemudian sebagian yang di luar ini yang berdemontrasi merasa kecewa sebanyak 147 orang, dari 147 orang itu kembali akan di bantu pembiayaannya ke KPHI jaminan hari tua, itu pembiayaannya di modali dan di bantu oleh PT Hung-a Indonesia.
Ketentuan lain adalah karna dari 1800 orang buruh nanti 700 orang adalah tenaga kerja kontrak tidak akan di perpanjang, dan apabila perusahaan mengalami suatu perkembangan positif dalam arti ada job lagi yang lebih banyak maka apabila memerlukan tenaga kerja yang 147 orang inilah yang menjadi prioritas kira-kira demikian.
Jadi buruh yang mendapat pesangon silahkan mempergunakan untuk mungkin kemandirian swasta, usaha-usaha lainnya dan nanti walaupun sudah ada pesangon tenaga kerja kembali akan di prioritaskan menjadi tenaga kerja utama dan itu merupakan suatu poin oleh buruh diterima dan pada akhirnya sebelumnya buruh menutup akses masuk atau keluar PT Hung-a mengganggu produksi akhirnya selesai dan berakhir dengan saling bersalaman penuh haru itu adalah kebahagiaan dari perjuangan.
“Kami bagian dari fasilitator dalam tim DPRD tentu merasa bangga dan merasa puas ada suatu persoalan yang turut serta bisa kami selesaikan, tentu banyak peranan alhamdullilah kami turun ke lapangan tidak sia-sia bahwa lembaga kami telah menunjukan bahwa kami peduli terkait dengan persoalan di masyarakat,” tuturnya.
“Alhamdullilah semua demontrasi dari tanggal 24 sampai tanggal 27 baru berjalan tanggal 25 udah selesai, yang seharusnya selama 4 hari demontrasi baru 2 hari setelah saya itu turun kelapangan semua terselesaikan kesepakatan yang saya sampaikan poin-poin tadi kepada buruh diatas mobil komando semuanya riuh bergembira terharu dan persoalan itu selesai,” tandasnya. (red)



