RANNEWS.CO.ID, CIKARANG SELATAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi mendorong Lembaga Latihan Kerja (LPK) menyesuaikan kurikulumnya dengan kebutuhan industri saat ini. Saat ini dunia industri terus berkembang dengan teknologi terkini sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri.
“Kurikulumnya harus disesuaikan dengan dunia industri sekarang, karena perusahaan sudah banyak menggunakan robot dan tenaga kerja kita harus menyesuaikan skillnya dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Pj Kepala Diklat Disnaker Kabupaten Bekasi, Zulkarnain saat membuka acara tersebut. Latihan Kerja LPK/BLK Babussalam Al Komunitas Islam Dua Angkatan Tahun 2022 di Sukadami, Cikarang Selatan pada Kamis (24/11).
Zulkarnain menilai Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Bekasi mampu menjawab tantangan yang ada di dunia industri saat ini. Hanya saja keterampilan dan kemampuannya juga harus diasah dengan kurikulum LPK/BLK yang ada saat ini.
“SDM kita mumpuni, tapi kita harus mencari kurikulum yang mirip dengan kebutuhan dunia industri sekarang. Seperti sepeda motor dan mobil sudah mulai elektrik dan kurikulumnya harus menyesuaikan juga,” ujarnya.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah LPK/BLK dapat membuka kerjasama dengan perusahaan yang memproduksi teknologi terkini. Misalnya perusahaan otomotif Hyundai yang telah memproduksi mobil listrik.
“Kurikulumnya kita bisa berkolaborasi dengan perusahaan yang pelatihannya sudah maju, seperti kendaraan listrik di Hyundai, sehingga kita bisa belajar di sana. Begitu tenaga kerja kita mampu ditawarkan ke perusahaan juga,” harapnya.
Selain itu, lanjut Zulkarnain, LPK/BLK juga harus lebih banyak memberikan pelatihan kepada peserta magang. Tidak hanya otomotif, peserta pelatihan juga harus diberikan kemampuan untuk menguasai beberapa skill seperti mampu mengoperasikan forklift, body repair dan lain-lain.
“Kami tidak tahu perusahaan mana yang membutuhkan, jadi tidak cukup satu, pelatihan peserta pelatihan harus banyak,” imbuhnya. (vin)



