
RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 234SC Kabupaten dan Kota Bekasi menghelat berbagai kegiatan mulai Kopi Darat Gabungan (Kopdargab), santunan anak yatim, donor darah, seni budaya, live musik dan bazaar yang dilaksanakan di Halaman Gedung Juang Tambun Selatan, Jumat (28/10/2022). Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan hadirnya Lord Rangga.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut Camat Tambun Selatan Junaefi, Tokoh Bekasi HK Damin Sada, Sekretaris Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bekasi Iwan Setiawan atau yang akrab disapa Iwan Lentik, para Sobat Holik, serta para pengurus 234SC Regwil Kabupaten Bekasi dan Regwil Kota Bekasi.

Ketua 234SC Regwil Kabupaten Bekasi, Panji Satria Nugraha mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya juga mengadakan diskusi publik agar para pengurus 234SC Kota dan Kabupaten Bekasi dapat lebih mengerti mengenai keorganisasian.
“Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini, kami berharap Ormas 234SC kedepan dapat lebih berkembang, kreatif dan bersinergi dengan pemerintah. Dan alhamdulillah selama kegiatan kami selalu di support baik kegiatan sosial, olahraga dan kegiatan-kegiatan positif yang lainnya,” ungkapnya kepada para awak media.
Panji menerangkan, dalam kegiatan ini pihaknya menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim piatu, yang berasal dari wilayah Kecamatan Tambun Selatan. Sementara untuk donor darah diikuti sebanyak puluhan pendonor. Menurutnya, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan anggota 234SC Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Kami akan menjadikan kegiatan di Hari Sumpah Pemuda ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Dan kedepannya kami berharap kegiatannya akan lebih besar lagi. Kedepannya kami juga akan lebih sering bersilaturahmi guna meminta arahan-arahan dari para tokoh, serta beraudensi dengan unsur pemerintah,” terangnya.
Di tempat yang sama, Humas 234SC Regwil Kota Bekasi, Cerry Gulo, mengakui dalam kegiatan ini pihaknya mengundang dua narasumber dalam kegiatan diskusi, yaitu Lord Rangga dan HK Damin Sada, menurutnya kedua figur tersebut merupakan figur yang mumpuni dan masyarakat Bekasi mengetahui figur yang bagus.
“Dari pernyataan dua narasumber tersebut, kami melihat masyarakat Kota dan Kabupaten Bekasi harus saling bersinergi, karena tanpa adanya sinergitas maka hal-hal yang positif tidak akan jadi. Jadi masukan-masukan mereka akan kami terapkan, meski step by step sudah kami terapkan walaupun belum sepenuhnya,” tandasnya. (zal)


