Keterangan Bharada E Disangkal Ferdy Sambo Hingga Kuat Ma’ruf, LPSK: Itu Wajar Saja

279
Source : tribunnews.com

RANNEWS.CO.ID, JAKARTA – Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tempo hari terdapat perbedaan keterangan antara Bharada E dan tersangka lain.

Di mana keterangan Bharada Eliezer atau Bharada E berbeda dengan Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, serta Bripka Ricky Rizal (Bripka RR).

Bahkan adanya beda keterangan tersebut sempat membuat Bharada E emosi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang mendampingi Bharada E saat proses rekonstruksi berlangsung.

Hasto Atmojo selaku Ketua LPSK mengatakan adanya perbedaan tersebut wajar saja.

“Ada beberapa adegan yang sepertinya disangkal oleh tersangka lain, dia kesal,” katanya, Sabtu (3/9/2022).

“Disangkal semuanya (Ferdy Sambo, Bripka RR, Kuat Ma’ruf),” lanjutnya.

Hasto menyebut tersangka memang berhak untuk menyangkal, dan hal tersebut dijelaskan kepada Bharada E.

“Yang paling penting, yang bersangkutan yakni Bharada E harus tetap berkonsisten pada keterangan yang benar yang diakui secara jujur,” imbuhnya.

Pengacara Pihak Brigadir J: Eliezer Satu-satunya Harapan

Sementara terkait perbedaan keterangan antara Bharada E dan Ferdy Sambo juga tersangka lain, pengacara pihak keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, Penasihat Hukum Keluarga Brigadir Yosua mengatakan perbedaan pendapat tersebut malah menguntungkan.

“Sejauh ini dari pendapat LPSK dan juga berdasarkan hasil rekonstruksi, perbedaan antara keterangan Elizer dan FS serta kawan-kawannya itu secara logika hukum wajib kami maknai sebagai hal yang positif,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Martin hal tersebut malah menguntungkan bagi almarhum Brigadir Yosua Hutabarat.

“Kenapa begitu? karena Eliezer yang menjadi justice collaborator (JC) ini adalah salah satu-satunya harapan kita, selain daripada bukti scientific Crime Investigation system melalui ilmiah maupun CCTV yang bisa membantah keterangan-keterangan bohong yang dikatakan 4 orang yang tidak bertanggung jawab ini,” ungkapnya.

Empat orang tersangka yang dimaksud Martin adalah Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, Bripka RR, dan Ferdy Sambo.

Dirinya pun mengaku tidak khawatir Bharada E berbeda keterangan dengan Ferdy Sambo.

Dengan catatan selama keterangan Bharada E berbeda dengan Ferdy Sambo, itu adalah hal yang positif.

Namun yang dikhawatirkan Martin adalah ketika suatu saat di persidangan Eliezer kesaksiannya sama dengan FS, dan itu yang perlu digarisbawahi.

Dirinya pun menambahkan soal skenario kebohongan yang digaungkan di publik yang pernah terjadi soal kasus Brigadir J.

“Kita perlu mengingat bagaimana FS dan kawan-kawannya ini membuat seakan-akan seluruh warga Indonesia itu bodoh. melakukan sesuatu hal yang tidak masuk akal.”

“Indikator dalam survei, 85 persen lebih warga Indonesia tidak percaya dengan adanya kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J ke Putri,” lanjutnya lagi.

Sehingga penegasannya, kalau ada perbedaan keterangan berarti Bharada E masih di jalan yang benar, hal tersebut dianggap Martin sebagai logika hukum yang tepat dalam kasus pembunuhan Brigadir J. (red)