RANNEWS.CO.ID, BEKASI — Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, disiapkan menjadi lokasi percontohan (pilot project) Brigade Pangan yang digagas Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (PB IKA BEM Nusantara). Program ini diarahkan untuk mendorong modernisasi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam sektor agribisnis.
Persiapan tersebut dilakukan setelah PB IKA BEM Nusantara menggelar audiensi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dalam pertemuan itu, Menteri Pertanian disebut memberikan respons positif dan menyatakan kesiapan memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian modern, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan).
Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto, mengatakan pihaknya berkomitmen merealisasikan program tersebut melalui keterlibatan kader organisasi yang memiliki latar belakang kepemimpinan mahasiswa.
Menurut Tomy, pengembangan Brigade Pangan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan pertanian, tetapi juga mencakup penerapan teknologi modern dan pengelolaan agribisnis secara terintegrasi.
“PB IKA BEM Nusantara siap menerjunkan kader-kader intelektual mantan pimpinan mahasiswa untuk mengelola pilot project Brigade Pangan di Desa Sukawangi ini. Kami akan mengolaborasikan teknologi pertanian modern, optimalisasi lahan produktif, serta manajemen agribisnis yang terintegrasi guna mendorong regenerasi petani di Indonesia,” ujar Tomy dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Ia berharap program tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong generasi muda terlibat langsung dalam pengembangan pertanian produktif. Keterlibatan pemuda diharapkan mampu menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat pengelolaan usaha pertanian di tingkat desa.
Desa Sukawangi dipilih karena dinilai memiliki potensi pertanian strategis serta dukungan infrastruktur ekonomi desa yang dapat dikembangkan untuk menunjang pelaksanaan program.
Pemerintah Desa Sambut Positif
Kepala Desa Sukawangi terpilih periode 2026–2034, Royadi Sopiyan, S.E., M.M., menyambut positif rencana pelaksanaan pilot project Brigade Pangan di wilayahnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat petani, TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta kalangan intelektual dari alumni organisasi mahasiswa dapat menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan PB IKA BEM Nusantara. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat petani, TNI melalui Babinsa, dan kaum intelektual alumni BEM ini adalah kunci utama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian dan menaikkan kesejahteraan warga di wilayah utara Kabupaten Bekasi,” ungkap Royadi.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Melalui rencana pengembangan Brigade Pangan tersebut, Desa Sukawangi diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penguatan sektor pertanian berbasis kolaborasi dan pemanfaatan teknologi modern.
Program ini sekaligus diarahkan untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif, pengembangan agribisnis, dan regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian.



