BPBD Kabupaten Bekasi Tangani Krisis Air Bersih, 10,1 Juta Liter Air Didistribusikan Ke 296 Titik

4

RANNEWS.CO.ID, Bekasi, 14 September 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi terus menggencarkan upaya tanggap darurat menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan panjang. Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 22.00 WIB, Pemkab Bekasi mencatat bencana kekeringan telah berdampak di 296 titik lokasi yang tersebar di 45 desa pada 13 kecamatan.

Total bantuan air bersih yang telah disalurkan Pemkab Bekasi secara kolaboratif mencapai 10,1 juta liter. Penyaluran melibatkan perangkat daerah, TNI/Polri, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI Kabupaten Bekasi, Baznas, dunia usaha, yayasan, komunitas, desa dan kecamatan terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan distribusi air dilakukan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

“Air bersih dan air minum terus kami distribusikan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Ini menjadi salah satu upaya kami untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat,” ujar Dodi.

Selain kebutuhan rumah tangga, kekeringan juga memengaruhi sektor pertanian. Tercatat sekitar 949 hektare lahan pertanian di 41 desa pada 13 kecamatan mengalami dampak kekeringan.

BPBD juga mencatat 8 kecamatan paling terdampak meliputi Sukawangi, Babelan, Muaragembong, Cabangbungin, Pebayuran, Karangbahagia, Bojongmangu, dan Cibarusah dengan total 29 desa.
Dua kecamatan terluas terdampak adalah Sukawangi dengan 7 desa dan Cibarusah dengan 7 desa.

Beberapa penyaluran terbaru:
Desa Ridogalih, Cibarusah: BPBD menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk 281 KK atau 843 jiwa. PMI Pusat juga menambah 1 toren 5.000 liter dan 1 toren 2.000 liter.

– Desa Medalkrisna, Bojongmangu : mendapat bantuan toren dengan kapasitas sama.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, sebelumnya mengingatkan puncak musim kemarau diprediksi terjadi Juli hingga September 2026 dengan curah hujan menurun signifikan. Sejak April 2026 BPBD telah menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan musim kemarau kepada seluruh perangkat daerah dan desa.

Muchlis meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghemat penggunaan air, serta menyiapkan tempat penampungan air.

BPBD Kabupaten Bekasi menegaskan penanganan dampak kekeringan membutuhkan kesiapsiagaan dan koordinasi berkelanjutan. Masyarakat juga diimbau menggunakan air bersih secara bijak dan hemat mengingat ketersediaan sumber air dapat semakin terbatas apabila kemarau berlangsung panjang. (Parlin)