RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi didorong untuk segera mempercepat penyiapan lahan guna mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) atau sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy).
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saiful Islam, mengatakan kepala daerah perlu menetapkan kebijakan khusus agar proses penyiapan lahan menjadi prioritas. Menurut dia, pembangunan PSEL merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal.
“Jika Kabupaten Bekasi terlambat, justru akan merugikan daerah sendiri. Program ini juga didukung pemerintah pusat, sehingga seharusnya dapat direspons dengan langkah cepat karena persoalan sampah sudah sangat mendesak,” ujar Saiful, Rabu (4/3/2026).
Pemerintah Kabupaten Bekasi diketahui telah merencanakan penyiapan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan PSEL. Untuk itu, dialokasikan anggaran sebesar Rp81,6 miliar yang terdiri dari Rp65 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp16,6 miliar untuk pematangan lahan.
Namun demikian, anggaran tersebut hingga kini disebut belum tersedia.
Saiful menilai, meskipun anggaran belum cair, proses penyiapan lahan tetap dapat diupayakan melalui komunikasi intensif dengan pihak terkait. Ia menyarankan agar pembebasan lahan dapat dilakukan lebih dahulu dengan skema pembayaran menyusul, selama mekanismenya tercantum jelas dalam kontrak kerja.
Menurut dia, langkah serupa juga dapat diterapkan pada proses pematangan lahan maupun kegiatan pembangunan lainnya.
“Tidak harus selalu menunggu anggaran cair. Yang penting pekerjaan berjalan dan mekanisme pembayaran sudah tertuang jelas dalam kontrak,” kata dia.



