Wabup Bekasi Tinjau Lokasi Banjir Cikarang Utara, Pastikan Penanganan Cepat

192

RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meninjau sejumlah titik banjir di Kecamatan Cikarang Utara, Selasa (8/7/2025) pagi. Peninjauan dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Senin malam, menyebabkan genangan di kawasan pemukiman warga.

Lokasi yang dikunjungi meliputi Desa Simpangan, Kampung Kaliulu, dan Perumahan PMI. Dalam kunjungan tersebut, Wabup Asep didampingi Camat Cikarang Utara, Enop Can.

“Peninjauan ini sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap laporan masyarakat. Banjir ini terjadi karena curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal,” ujar Asep saat meninjau Desa Simpangan.

Instruksi Penanganan Darurat dan Rencana Jangka Panjang

Asep mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada dinas teknis untuk segera melakukan penanganan darurat di titik-titik banjir serta menyusun perencanaan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami hadir langsung untuk mendengar keluhan warga dan memastikan bahwa penanganan dilakukan cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurut Asep, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah akan menjadi perhatian serius dalam upaya mitigasi bencana ke depan. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi sistem drainase dan pola aliran air di daerah rawan.

BPBD, TNI-Polri, dan Relawan Terlibat Aktif

Dalam kesempatan yang sama, Camat Cikarang Utara Enop Can menyampaikan bahwa tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bekasi, aparatur desa, relawan, serta unsur TNI dan Polri telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan darurat.

“Penanganan warga terdampak sudah berjalan. Dapur umum disiapkan di titik aman, dan evakuasi dilakukan bagi warga yang rumahnya tergenang,” kata Enop.

Ia menyebut, genangan yang terjadi di Kampung Bulak disebabkan oleh meluapnya drainase dan sungai kecil di sekitar pemukiman. Debit air hujan yang tinggi dalam waktu singkat memperparah situasi, sementara saluran air yang ada belum mampu mengalirkan secara optimal.

“Kami juga meminta aparat desa tetap siaga dan segera berkoordinasi jika situasi memburuk. Keselamatan dan kebutuhan dasar warga harus menjadi prioritas,” tambahnya. (adv)