RANNEWS.CO.ID, TANAH KARO – Keributan terkait maraknya kegiatan perjudian dan penolakan masyarakat di beberapa area kabupaten Karo kembali lagi terjadi. Setelah beberapa minggu sebelumnya aksi penolakan atas kegiatan judi tembak ikan telah dilakukan oleh sekelompok kaum ibu dengan cara membakar mesin di lokasi desa Kuta Mbelin kabupaten Karo. Namun ternyata memberantas judi bukan hal mudah. Titik titik lokasi perjudian yang tersebar dari tengah kota hingga pelosok desa masih dibuka dan pemain nya juga tetap ramai. Hal ini kembali memicu kemarahan sebagian masyarakat. Hingga beberapa orang warga yang tergabung dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Munthe, kecamatan Tiganderket dan kecamatan Tiga Binanga sepakat untuk mengeluarkan paksa satu buah mesin tembak ikan di desa Lau Cikala kecamatan Kuta Buluh, Sabtu (15/02/2025) sekitar pukul 24.00 WIB dan berlanjut mengeluarkan dua buah unit mesin judi tembak ikan yang selama ini beroperasi di sebuah ruko berlantai tiga dalam kawasan plaza Kabanjahe, Minggu (15 Februari 2025) sekitar pukul 02.00 WIB.
Moment aksi sekelompok warga ini sempat viral di media sosial di hari Minggu setelah seorang warga mengunggah video kejadian di komplek plaza kebetulan tidak sengaja direkamnya. Keributan menjadi pembicaraan di medsos karena warga menduga bahwa dua lokasi perjudian ini dikelola oleh beberapa oknum TNI yang terorganisir dan mereka menyaksikan bahwa titik titik judi lain milik oknum oknum TNI tersebut juga berada hampir di seluruh penjuru Tanah Karo.
Seorang warga berinisial RS berkomentar dalam salah satu unggahannya terkait ungggahan seorang netizen lainnya bahwa beberapa anggota berseragam loreng adalah pemain dan sekaligus pengusahanya. ” Wah…ini akibatnya kalau semua untukmu, kau yang main, kau juga yang memeras, lalu kau juga yang nangkap”, tulisnya di medsos menyikapi kejadian malam itu. Beberapa warga Karo lainnya juga telah ribut berkomentar dalam medsos.

Sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB terpantau kru media bahwa warga tiga kecamatan tersebut juga masih melanjutkan aksi mereka. Mereka mendatangi titik oknum TNI tersebut di daerah kecamatan Tiga Binanga hingga keributan kembali terjadi. Sekitar belasan orang pemain judi dan pemilik warung sempat adu mulut dengan rombongan hingga mengundang perhatian warga lainnya.
Rombongan warga pun akhirnya melanjutkan aksi mereka dengan mendatangi polsek Tiga Binanga dan disambut oleh kapolsek IPTU Solo Bangun dengan baik. Dalam pembicaraan tersebut, warga menyampaikan niat dan keinginan mereka yang diwakilkan oleh Sepakat Ginting Suka (52 ) bahwa kegiatan judi dalam bentuk apapun harus dihentikan.
Solo pun berjanji akan segera menanggapi keluhan para warga. ” Saya bersama jajaran polsek Tiga Binanga akan menindak lanjuti laporan ini. Saya bersama kanitres polsek ini, pak Martan, akan segera ke lapangan. Dan terima kasih atas kepedulian kalian semua, ” ujarnya menutup perjumpaan sore tadi.
Penulis : Dewi Prihatin Mahfira



