RANNEWS.CO,ID,BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan bakal libatkan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024-2025 guna mengantisipasi dan mencegah terjadi kecurangan. Hal itu diungkapkan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan pada 24 April 2024.
“Ini adalah bentuk suatu evaluasi dari tahun lalu jangan sampai pelayanan terhadap para orangtua tidak optimal. Berbagai kendala yang sebelumnya dirasakan para orangtua yang mau mendaftarkan anaknya, agar tidak lagi terjadi di tahun ini. Oleh karena itu kepercayaan yang sudah diberikan mohon dijaga dan dijawab dengan kinerja sebaik baiknya” ujarnya
Sambung Dani, menjelang PPDB perlu adanya persiapan dini agar pelayanan bagi orangtua siswa – siswi lebih optimal, berbagai masukan dan koreksi yang disampaikan oleh seluruh elemen masyarakat terkait penyelenggaraan PPDB tahun lalu menjadi cacatan penting untuk PPDB 2024-2025.
Untuk itu, Dani menegaskan Tim Saber Pungli akan ikut memantau proses PPDB agar menghindari kasus pungutan liar yang dapat menghalangi masyarakat dalam menjangkau akses layanan pendidikan yang layak.
“Kami berharap dengan semangat Kepala Sekolah kualitas bisa meningkat, tidak tersandung masalah berulang. Yang saya garis bawahi jangan ada pungli, dalam hal ini nanti Tim Saber Pungli turun,” ucapnya.
Prioritas Dani mengingatkan, PPDB sejatinya memprioritaskan pada siswa dari keluarga miskin, terlebih siswa yang berprestasi namun berasal dari kalangan tidak mampu. Dengan PPDB keberlanjutan pendidikannya terjamin karena dibebaskan dari segala biaya. Karena menurutnya salah satu instrumen paling efektif dalam mengangkat kemiskinan masyarakat adalah dengan memberikan kesempatan pendidikan yang baik.
“Berikan prioritas kepada masyarakat miskin supaya keluarga miskin terangkat karena pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk mengangkat kemiskinan. Kalau anak anak miskin tidak mendapatkan pendidikan yang baik sampai kapan pun mereka bisa tetap miskin,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturochman mengatakan, persiapan dini yang dilakukan tidak hanya koordinasi dengan saber pungli. Pihaknya tengah sinkronisasi data jumlah warga yang akan bersekolah baik di tingkat dasar maupun menengah pertama.
“Persiapan dini yang dilakukan yakni melakukan sinkronisasi data berkaitan dengan jumlah, warga Kabupaten Bekasi yang akan bersekolah, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata dia
Menurut dia, PPDB tahun ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yakni melalui empat jalur. Pertama jalur zonasi yang memprioritaskan siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah pilihan. Kedua jalur afirmasi yang khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu, berkebutuhan khusus, dan prestasi. Ketiga, jalur perpindahan tugas orangtua yang diperuntukkan bagi siswa yang orangtuanya mendapatkan mutasi kerja sehingga harus pindah domisili.
Keempat, jalur prestasi yang diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik di bidang olahraga, seni, dan lainnya. Seluruh jalur ini dibuka untuk siswa di 710 SD Negeri dan 110 SMP Negeri yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
Masih Sambung Imam, kuota sekolah negeri tidak sebanding dengan peminat yang mendaftar. Untuk itu, orangtua diminta tidak memaksakan anaknya masuk sekolah negeri karena terdapat sekolah swasta yang kualitas dan kurikulumnya relatif sama.
“Dari sisi itu, memang sekolah negeri tidak begitu banyak. Tetapi, ada sekolah-sekolah swasta yang tidak kalah bagus dan kalah baik dengan punya pemerintah. Sekolah swasta, sampai hari ini tetap bersama pemerintah menyiapkan fasilitas pendidikan, dengan kurikulum yang sama. Tanggal bagaimana melaksanakan kurikulum itu dengan baik,” ucapnya. (adv)



