GPMI Apresiasi Langkah Tegas Pemdes Sukadami

393
Ketua Harian LSM GPMI, Vicky Setiawan (baju putih), saat audensi dengan Pemdes Sukadami, Babinsa Desa Sukadami dan Karang Taruna Desa Sukadami.

RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Para aktivis yang tergabung kedalam LSM Garuda Pejuang Masyarakat Indonesia (GPMI), mengapresiasi langkah Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, yang telah merespon dengan cepat adanya laporan toko-toko yang diduga menjual obat-obatan terlarang golongan G (Tramadol, Eximer, dll) di wilayahnya.

Hal itu terungkap saat kegiatan audensi antara Ketua Harian DPP GPMI Vicky Setiawan, Sekretaris Desa (Sekdes) Sukadami Abeng Arif, Babinsa Desa Sukadami, Ketua Karang Taruna Desa Sukadami, dan Kepala Urusan (Kaur) Pemdes Sukadami, Kamis (14/12/2023).

Vicky mengatakan, pihak Pemdes Sukadami bersama Karang Taruna Desa Sukadami dan stakeholder yang lain, langsung bergerak untuk melakukan sweeping dan menutup toko yang diduga menjual obat-obatan golongan G setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Hal itu demi kebaikan wilayah Desa Sukadami.

Dirinya juga mengapresiasi jajaran Pemdes Sukadami yang telah mengeluarkan surat edaran terkait UU Kesehatan, serta meminta agar para oknum yang diduga telah menjual obat-obatan golongan G di wilayah Desa Sukadami agar menutup operasional tokonya.

Menurutnya, berdasarkan surat edaran tersebut, Kepala Desa (Kades) Sukadami, H. Muhamad Kunang tidak ingin ada satu toko obat pun di wilayah Desa Sukadami. Bahkan Kades sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian, seperti Polsek dan lain-lain.

“Pihak Pemdes Sukadami juga meminta kepada masyarakat dan jajaran LSM GPMI untuk melakukan monitoring, apabila melihat ada toko yang diduga telah menjual obat-obatan golongan G, serta memberikan informasi ke pihak desa agar segera dilakukan tindakan,” ungkapnya kepada para awak media.

Vicky mengaku pihaknya memberantas toko-toko yang diduga menjual obat-obatan golongan G, karena ada keponakan salah satu anggota GPMI yang hampir terlibat tawuran karena telah menggunakan obat-obatan tersebut.

“Kami berharap pihak penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini, agar tercapainya generasi muda yang baik tanpa obat-obatan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Sekdes Sukadami, Abeng Arif, menduga beberapa minggu belakangan ini ada oknum yang mengikuti Sekdes, dan oknum pihak toko obat telah menandai mobil Sekdes Sukadami. (red)