
RANNEWS.CO.ID, BEKASI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyalurkan 1.640.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan sejak 16 Agustus 2023.
Teguh Harnoko selaku Ketua Tim Satuan Tugas Bencana PDAM Tirta Bhagasasi mengatakan, dari tiga titik pengambilan air milik PDAM Tirta Bhagasasi di Kecamatan Cibarusah, setidaknya 455.000 liter sudah disalurkan menggunakan mobil tangki, ditambah dari titik lainnya.
“Hal ini berdasarkan arahan dari Penjabat Bupati Bekasi dalam penanggulangan kekeringan yang harus melibatkan berbagai pihak,” tutur Teguh Harnoko ketika dikonfirmasi pada Kamis (07/09).
Karenanya, bila ada pengambilan air PDAM Tirta Bhagasasi dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat korban kekeringan semuanya dikoordinir BPBD Kabupaten Bekasi.
“Kami selaku pihak PDAM Tirta Bhagasasi selama 24 jam siap untuk sumber pengambilan air di lokasi yang ditentukan. Semua air bersih yang didistribusikan gratis alias tanpa biaya,” ujarnya.
Hingga saat ini, Kamis (7/9/2023), dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi, sudah meliputi 10 kecamatan dan 32 wilayah desa.
Masyarakat kesulitan memperoleh air bersih karena sumber-sumber air yang ada seperti sungai, saluran irigasi, dan sumur warga, sudah kering. Adapun 10 kecamatan yang tercatat bencana kekeringan, Kecamatan Bojongmangu di enam desa, Kecamatan Cikarang Pusat di tiga desa, Kecamatan Pebayuran satu desa. Kecamatan Sukawangi di lima desa, Kecamatan Muaragembong di dua desa, Kecamatan Tarumajaya satu desa, Kecamatan Babelan di dua desa, Kecamatan Setu di satu desa, Kecamatan Serang Baru di enam desa, dan Kecamatan Cibarusah di lima desa.
Diperkirakan kata Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, saat penyaluran air di Desa Ridogalih Cibarusah akhir pekan lalu, jika kemarau berlanjut tidak tertutup kemungkinan wilayah kekeringan akan bertambah.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim, menjamin pasokan air bersih yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat, tetap disuplai PDAM. Mereka yang kesulitan air bersih adalah yang bukan pelanggan PDAM. Maka air digratiskan.
“Ini bentuk kemanusiaan dan kepedulian sosial PDAM sebagai Perusahaan Milik Pemda,” tandasnya. (adv)


