RANNEWS.CO.ID, CIKARANG PUSAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi adakan kegiatan simulasi sambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2023 pada Jumat, di Situ Binong, Hegarmukti, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana ini dipersiapkan juga untuk pemecahan rekor muri secara hybrid yang diikuti 700 instansi mulai sekolah negeri, dinas, badan, kecamatan dan desa.
“Untuk mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana kita menargetkan 10 ribu an orang peserta, artinya kalo semuanya bisa ikut 10 ribu itu kecil karena di ikuti oleh SD, SMP, Dinas Instansi, Kecamatan, Kelurahan, dan Desa,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis pada saat di wawancarai , Jumat (12/05/2023)
Sambung dia, Antusias untuk mengikuti kegiatan dari rekan-rekan itu sangat baik secara tidak langsung dengan adanya glasi resik ini memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana.
“Kita memberikan edukasi dengan antusias masyarakat yang sangat baik jadi ada semacam transfer knowledge untuk masyarakat Kabupaten Bekasi,” imbuh dia.
Masih kata dia, Personel BPBD, Basarnas, Brimob, TNI, dan Polri akan mempraktikkan teknik mitigasi bencana dalam proses Gladi Resik salah satunya Teknik Blender.
“Gerakan memutar yang menggunakan perahu karet itu kita sebut teknik blender tujuannya untuk korban tenggelam, mayat tersangkut dengan benda di bawah air itu akan terangkat dan mempermudah proses pencairan,” ujarnya.
Muchlis berikan apresiasi untuk seluruh instansi yang terlibat mengikuti gladi resik dengan antusias.
Dirinya berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk mengurangi resiko bencana di Kabupaten Bekasi
“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi masyarakat kabupaten bekasi dan pihak pihak yang terlibat dalam gladi resik guna mengurangi resiko bencana,” tandasnya. (adv)



