RANNEWS.CO.ID, MEDAN – Pekerjaan proyek pembangunan Drainase di RT 000/ RW 000 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara di duga adanya permainan di dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Pasalnya, diduga pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir 1 bulan ini berlangsung tanpa adanya papan nama proyek yang lengkap, serta pelaksanaan nya tidak beraturan, karena proses pengerjaan dilakukan tidak merata, dan tidak ada rapi nya.
Hal itu kemudian mendapat sorotan dari warga RT 000 Kelurahan Sidorejo bahwa proyek yang dibangun pemerintah dinilai proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyeknya saat melaksanakan kegiatan pekerjaan. Dan sering menuai komplain warga karena ketidak puasan atas pelaksanaan pekerjaan yang mereka lakukan tersebut
“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas salah satu warga, Minggu (16/10/22)
“Semestinya pihak pemborong atau kontraktor harusnya memberikan surat pemberitahuan kepada pihak pemerintah desa, kalau ada masyarakat bertanya ini proyek apa?,” ungkap warga Desa Sidorejo yang minta tidak disebutkan namanya.
Dia sangat menyayangkan seperti pengawas lapangan memonitoring dan menegur rekanan agar memasang papan informasi proyek saat di mulai pekerjaan karena pengerjaan dilakukan diduga asal-asalan salah satunya mengganjal pekerjaan dengan batu.
Masih sambung dia, diduga banyak sampah dan sendimen tanah yg sudah menumpuk di parit yg sudah dipasangi Udit/riol tidak diangkat dari dalam dan menutup langsung menutup atas parit agar tidak kelihatan sampah atau tanah yg mengendap pasca pekerjaan pemasangan Uditc oleh pihak kontraktor serta abu yg membuat polusi bagi masyarakat.
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ungkap warga yang mengetahui betul tentang proyek itu.
Menurut Bpk. Budi Selaku pengawas dalam proyek drainase tersebut saat di wawancari mengatakan bahwa kami tidak tau mengenai anggaran, tapi kami di perintahkan untuk kerja saja, kami hanya terima perintah saja “ucap pekerja. (rls/bbs/*)



