Tidak Tepat Waktu, Kabag Distribusi PDAM Sidak Pekerjaan di Jalan Fudholli

269
Kepala Bagian (Kabag) Distribusi PDAM Tirta Bhagasasi, Bambang Okie (kanan), memantau pekerjaan pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) di Jalan KH Fudholli.

RANNEWS.CO.ID, KABUPATEN BEKASI – Kepala Bagian (Kabag) Distribusi PDAM Tirta Bhagasasi, Bambang Okie, meminta kepada pihak investor atau pihak ketiga untuk menyiapkan anggaran minimal 50 persen dari nilai investasi atau pagu anggaran yang sudah disepakati, agar kegiatan di lapangan tidak tersendat karena persoalan anggaran.

Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke lokasi proyek pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang berada di Jalan KH Fudholli, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Selasa (4/10/2022).

Dikatakan Bambang, kedatangannya itu juga untuk memberikan motivasi kepada para pekerja yang sedang melakukan pemasangan JDU sejauh empat kilometer mulai dari GGC sampai Cikarang Bekasi Laut (CBL), karena dirinya mendapat informasi jika kegiatan tersebut mengalami keterlambatan.

“Seharusnya pekerjaan ini sudah selesai, tapi kenapa ini belum selesai, makanya saya datang kesini. Setelah saya klarifikasi banyak hal-hal yang memang tidak komitmen seperti di awal,” ungkap Mantan Kepala PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Wisma Asri ini kepada para awak media.

Dirinya juga mengaku akan membahas persoalan dalam pekerjaan pemasangan JDU di Jalan KH Fudholli ini di internal PDAM. Bambang pun meminta kepada pihak investor untuk menyiapkan anggaran minimal 50 persen dari nilai investasi, agar setiap kegiatan tidak tersendat karena persoalan anggaran.

“Kegiatan penanaman JDU tersebut sudah terkendala mulai dari penyiapan barang, anggarannya, yang menyebabkan kegiatan tersebut menjadi tersendat dan tidak sesuai dengan MoU (Memorandum of Understanding,red) yang sudah disepakati,” terangnya.

Dirinya pun berharap kedepan antara pihak investor dan internal PDAM harus jeli mengenai anggaran yang memang harus disiapkan sejak awal, sehingga setiap pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengakui jika para pelanggan mengeluh dengan terjadinya keterlambatan pekerjaan di lapangan, sehingga akibatnya air belum bisa dialirkan ke rumah pelanggan masing-masing, dikarenakan pipa pengantarnya saja belum kunjung selesai.

“Padahal air sudah siap di WTP (Water Treatment Plant,red). Ya permasalahannya itu tadi karena kurangnya kesiapan anggaran dari pihak ketiga atau investor, sehingga yang menjadi korban ya pelanggan-pelanggan yang menunggu aliran air tersebut,” tandasnya. (adv)