LPSK Beri Perlindungan Darurat Kepada Bharada E Untuk Apa?

2 views
Source : detik.com

RANNEWS.CO.ID, JAKARTA – Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat mendapatkan perlindungan darurat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Bharada E akan diberi sejumlah perlindungan selama di rutan Bareskrim sampai proses pengadilan.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan perlindungan darurat diberikan mulai malam ini usai pihaknya bertemu dengan Bharada E di Bareskrim. Terhitung ada 6 perlindungan selama Bharada E berada di dalam tahanan, mulai dari pemasangan CCTV hingga pemberian logistik.

“Perlindungan E, satu penebalan di rutan, kedua pasang CCTV portable, ketiga suplai logistik, keempat cek steril udara, kelima pemeriksaan rutin dokter atau psikolog, keenam datangkan rohaniawan. Untuk nomor 4 (cek steril udara) mungkin belum perlu,” papar Hasto, Jumat (12/8/2022).

Hasto mengatakan perlindungan darurat diberikan kepada Bharada E dalam jangka waktu sepekan. Saat bertemu dengan bharada E di Bareskrim Polri, LPSK juga sekaligus melakukan asesmen untuk justice collaborator (JC).

“Iya ketemu dan kita sudah lakukan asesmen sekaligus. Dan tadi malam lah, itu pimpinan sudah memutuskan setuju untuk (memberikan) perlindungan darurat Bharada E,” papar Hasto.

Dikatakan Hasto, pemberian justice collaborator masih menunggu hasil rapat paripurna. Kemungkinan hal tersebut akan dibicarakan oleh pimpinan LPSK pada Senin depan.

“Perlindungan darurat biasanya satu minggu dan kemudian diputuskan di dalam rapat paripurna. Nah, ini karena rapat paripurnanya yang terdekat Senin. Kemungkinan Senin akan kita putuskan dalam rapat paripurna. Tetapi perlindungannya sama tetap bisa diberikan sejak sekarang,” ungkap Hasto.

Hasto mengatakan Bharada E berpotensi menerima ancaman selama ditahan. Pasalnya, menurut dia, para pelaku dalam kasus ini bersinggungan dengan relasi kekuasaan.

“Kalau ancaman itu potensial, tapi yang paling penting karena yang bersangkutan sudah memasuki proses peradilan. Mengikuti penyidikan itu kan harus didampingi oleh LPSK,” tandasnya. (red)